У нас вы можете посмотреть бесплатно Pancal 15 - Kidung Ratri 1 Sura (Malam 1 Suro) | Official Lyric Video или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Kidung Ratri 1 Sura (Malam 1 Suro) | Official Lyric Video Lirik Kidung Ratri 1 Sura Naja néndra wanci sirep jalma Hangsu hanugraha ratri esa sura Nyingkrih ngalih saking paturon Samadi hangastuti sang Hyang Widhi Sawarsa ngadhang dina prasasya Pasowan marang sang Hyang Wenang Kastawa syukur dateng GUSTI Hang wus nungsung rahayu Jambang puspawarsa kebak ambarukma Siram camana jiwa raga Jamasan tosan aji kanthi kembang setaman monabrata alan-alan pan sirna Spooken Kretanjali natpaada dharmabakti mituhu marang nalendra Lokaya Kalis Palihara bekasakan abicara sirna Urip begja kamayangan kretya ÷Terjemahan Bebas Indonesia÷ Kidung Malam 1 Suro Jangan tidur diwaktu masih sore Mencari berkah dimalam 1 sura Menghindar beranjak dari tempat tidur Bersemedi memuji kepada Tuhan Setahun menanti hari yang indah Waktu untuk menghadap sang maha kuasa Sembah puji syukur kepada Tuhan Yang sudah memberi kesalamatan Jambang bertaburan bunga penuh keharuman Mandi mensucikan jiwa dan raga Memandikan pusaka dengan macam-macam bunga Bertapa membisu segala hal buruk akan sirna Spooken Sembah sujud pengabdian Patuh kepada raja semesta alam Terhindar dari gangguan lelembut, sihir sirna hidup penuh keberuntungan serta aman damai ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ Artist: Pancal 15 Songwriter : Pancal 15 All Music Instrument Performed by PANCAL 15 All Tracks Recorded KAMARASA STUDIO Mixed & Mastered KAMARASA STUDIO Post House : Naila Pictures Editor : Randi Mahardika ℗ & © 2024 Pancal 15 ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ Kidung adalah suatu bentuk puisi lama, terutama yang berkembang sejak era sastra Jawa periode Tengahan, yaitu dari masa Majapahit akhir. Sebagai puisi lama, bentuknya sangat terikat dengan metrum yang ketat, dalam mengatur pola sajak (rima) dalam suatu bait, jumlah suku kata (syllable) dalam satu baris, dan jumlah baris dalam satu bait. Dalam perkembangannya, khususnya di Bali, pembacaan kidung juga melibatkan instrumen musik sehingga unsur lagu/nada berhubungan dalam suatu pola bait. Aturan semacam ini juga dikenal dalam bentuk puisi lama lain dalam sastra Jawa, seperti kakawin dan macapat. Kidung juga dapat diartikan sebagai pola metrum. Secara leksikal, kata "kidung" berasal dari bahasa Jawa Pertengahan dan mempunyai padanan dengan tembang atau sekar, bermakna 'nyanyian' dalam bahasa Jawa baru. Bentuk verba kidung dalam bahasa Jawa Tengahan menjadi mangidung, 'bernyanyi'. Bahasa Jawa Baru juga mengenal istilah kidung yang memiliki makna yang kurang lebih sama dengan kidung dalam bahasa Jawa Tengahan, dan bentuk verbanya menjadi ngidung atau angidung. Makna ini kemudian sering dipakai dalam penggunaan istilah "kidung" sebagai nyanyian pujian atau religius dalam bahasa Jawa moderen maupun bahasa Indonesia. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ 🔔 SUBSCRIBE + HIT NOTIFICATION BELL 🔔 NOW LET'S GO 1.000.000 SUBS : ► / @pancal15 ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ #Pancal15 #KidungJawa