У нас вы можете посмотреть бесплатно Iwan Fals & Ritta Rubby Hartland - Serenade (anyelir) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Gara-gara seorang kawan yang samar menyanyikan lagu Anyelir-nya Ritta Rubby Hartland. Saya sampai harus membeli kaset Ritta Rubby dari lapak musik bekas diakhir tahun 90an, bukan lantaran saya suka, tapi lebih gara gara penasaran, karena saya amati di tracklist nya Ritta Rubby berduet dengan Iwan Fals. Terpaksalah saya harus membeli demi bisa menyimak interpretasi atas lagu-lagu idola saya itu. Di album Wajib Belajar (1984) itu sendiri ada versi cover "Serenade", yang didendangkan Ritta Rubby berduet dengan Iwan Fals. Informasi soal duet ini tidak muncul di sampul kaset. Kini kaset Wajib Belajar banyak diburu kolektor sejati Iwan Fals gara-gara satu lagu itu, selain juga kaset Ritta Rubby lainnya, Bicara Soal Cinta (1985) di mana Iwan Fals ikut menyumbang dua lagu ciptaannya, “Maaf” dan “Belailah”. Yang menarik, di screenshot Wajib Belajartersebut ada juga lagu ciptaan Dede Harris, seorang musisi daerah Bandung era 1980an yang piawai bermain gitar menggunakan tangan kanan dan tangan kiri dengan sama, yang dibaca Iwan Fals sebagai gurunya. Bayangkan, guru bermusik Iwan Fals! Menariknya lagi, di tonton yang sama, ada pula lagu ciptaan Iwan Abdulrachman, musisi legendaris Bandung dari era 1970an, yang dibaca Dede Harris sebagai gurunya. Dengan demikian ada tiga generasi guru murid di satu album Ritta tersebut: Iwan Abdulrachman, Dede Harris, Iwan Fals. Rasanya suka mendapati Sokrates, Plato, Aristoteles pendaftaran di satu penerima. Hehehe.. Serenade. Itulah sebuah judul lagu yang dilantunkan oleh dua penyanyi kebanggaan Indonesia, dan sangat saya kagumi karya-karyanya, yaitu Iwan Fals dan Rita Rubby Hartland, dalam idealisme bermusiknya keduanya memiliki intens terhadap interest yang hampir serupa, Iwan Fals dan Rita Ruby Hartland (Rita Ruby Adiwidjadja) adalah penyanyi yang mengusung musikalitas irama country, balada, yang bertemakan kritik-kritik sosial, lantang menyuarakan kecintaan terhadap alam dan keprihatinan terhadap kondisi bangsa ini, namun di lagu ini mereka sedikit melunak dengan membawakan lagu bertema percintaan, namun dibalut dengan lirik yang sangat puitis dan sastrawi karya Yapi Panda Abdiel Tambayong atau kita dikenal dengan Remy Sylado, seorang sastrawan Indonesia yang sudah tak perlu diragukan lagi kemampuannya sudah sejak lama. Di lagu ini Remy Sylado yang juga dikenal sebagai seorang Munsyi, ahli di bidang bahasa, mengenalkan kata-kata Indonesia lama yang sudah jarang dipakai. Hal ini membuat karya sastranya unik dan istimewa. Menurut beberapa informasi, judul asli lagu ini sebenarnya “Serenade”, tapi sebagian fans Iwan Fals memberi judul pada lagu ini “Anyelir”, mungkin karena di bagian liriknya ada kata “Anyelir” . Tak banyak yang mengetahui bahwa di lagu ini Iwan Fals ikut menyumbangkan suara emasnya dikarenakan lagu ini terdapat di album Rita Ruby Hartland (Rita Rubby Adiwidjadja) yang berjudul Wajib Belajar (Dua Minat) dan dirilis oleh Musica Studio’s pada tahun 1985, namun sayang sekali lagu Serenade ini tidak diekspose di sampul kaset, padahal lagunya berkualitas dan mempunyai nilai sastra yang sangat kental. Remy Sylado membawakan lagu "Serenade" dengan semangat teatrikal yang lebih bertenaga. Amunisi khusus ada di suara berat khas Remy yang meliuk-liuk, dan pelafalan huruf 'R' yang jelas, tipikal drama lama. Sementara di tangan Ritta Rubby dan Iwan Fals, mungkin atas arahan direktur musik Willy Soemantri, lagunya menjadi lebih lembut, rendah ke bawah, terutama di bagian vokal Iwan, ditulis dalam bahasa Ritta tetap dibikin melengking, disukai gaya, seperti Rieke Adriati dan vokal. Versi syahdu Iwan-Ritta ini sebenarnya membuktikan bahwa lagu-lagu ciptaan Remy sebenarnya cukup 'beres' dengan musikal, meskipun lirik memang banyak ngawur parah ( dalam cara yang baik). Di kala senggang saat tidak menulis lirik vulgar dan sarkastik, ternyata Remy juga bisa menciptakan "Serenade" yang berlirik magis, sarat dengan metafora elegan yang bikin pendengarnya merenung mengartikan syairnya. Dibuka dengan kiasan ayu "Ku datang padamu ketika anyelir di taman masih dikerudung embun ", kemudian disambung larik-larik puitis lainnya "akulah pangeran atas segala nestapa" hingga disudahi dengan gagah, "pabila satu saat umurku dipacu waktu merdekalah dari kungkungan mimpi ... ”Gila!!