У нас вы можете посмотреть бесплатно Lagu Mistis Sunda Pengundang Karuhun - Sunda Buhun или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Penemuan Buhun Sunda: Kidung Bunga Gandung merupakan Narasi Kesadaran Kosmologis seniman Sunda masa lampau dalam memahami struktur kesenian secara utuh. Kesenian itu bukan sembarang kesenian, tapi merupakan salah satu wahana spiritualitas, oleh karena itu sebelum diadakan pertunjukan kesenian diawali dengan pembacaan syair hikmah Kembang Gadung: "Muji syukur ka Hyang Agung, neda jembar hampura-Na, neda rahmat syafaat-Na, neda diaping dijaring, neda syafaat pangriksa." Seni dalam pengertian Buhun Sunda tidak hanya membangun Spiritualisme Langit saja, namun juga Spiritualisme Bumi (Kemanusiaan). Kembang Gadung berkata: "Sareng ka para Karuhun, nyanggakeun ieu pangbakti" Apa yang menyebabkan "Doa Bubuka" Kesenian Sunda disebut "Kembang Gadung" Bisa jadi karena sifat tumbuhan (Kembang) Gadung yang cocok menjadi teka-teki silang dari pepatah “Sasak Mandala” dimana Gadung merupakan tumbuhan merambat yang kehadirannya dapat bermanfaat bagi umat manusia setelah melalui proses “tirtasuci”. atau penyucian melalui media air, persisnya tradisi pemujaan masyarakat Sunda Kuno dimana sebelum ritual pemujaan Hyang dimulai, umumnya diawali dengan menyucikan diri dengan air suci - itulah sebabnya di setiap balai ibadah Sunda selalu ada pentirtaan kolam sakral. Filosofi pernafasan dari Spiritualisme Kembang Gadung juga terdapat dalam paparan Naskah Sunda Kuno Sewakadarma. Gadung hanya bisa dimakan setelah dibersihkan racunnya dengan cara direndam dalam air. Pada tingkat konsumsi tertentu, alkohol juga dapat menimbulkan “sensasi transendental”, transisi antara sadar dan tidak sadar. Puncak metaforanya seperti itu, kecepatannya disempurnakan dengan menggunakan kata “Kembang-na” yang merupakan mahkota dari setiap pohon. Oleh karena itu, pencantuman judul “Kembang Gadung” lebih dari sekedar estetika semiotika tetapi juga merupakan bagian integral dari spiritualisme buhun yang sangat langka (luar biasa). Penciptanya tentu bukan sekedar seniman, tapi juga orang yang religius. Jadi, pandangan seniman Sunda masa lalu sangat tepat dalam mentransformasikan kesadaran kosmologisnya ke dalam bentuk ekspresi seni. Jadi, seni itu mempunyai semangat kesucian yang besar. Saat ini kesenian Sunda sudah banyak yang kehilangan rasa dan semangat pencerahannya jika dibawa mengikuti perkembangan zaman, dan mungkin juga karena terputusnya akar Spiritualisme Sunda dari Para Seniman Sunda Saat Ini: Kesenian Bukan Hanya Sebatas Gelar kecakapan memainkan pertunjukan tetapi juga sebagai media penghambaan makhluk kepada Khaliq. Wallahu'alam. #lagu #lagusunda #mistis #budaya #sunda Blogspot https://dozq.blogspot.com/ Instagram / dozq.k