У нас вы можете посмотреть бесплатно Beruang Madu Serang Warga Pasaman Barat, dan Seorang Petugas BKSDA или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#rino Video Editor : Rino Syahril Konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Seekor beruang madu terlibat dalam rangkaian insiden penyerangan yang membuat warga harus bergumul demi menyelamatkan diri. Peristiwa ini terjadi selama dua hari berturut-turut dan mengakibatkan tiga warga serta satu petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengalami luka-luka. Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 BKSDA Sumatera Barat, Antonius Vevri, mengungkapkan kejadian bermula pada Sabtu pagi, 14 Februari 2026, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, warga tengah memanen padi di area persawahan ketika seekor beruang madu tiba-tiba muncul dan langsung menyerang. “Serangan pertama tersebut melukai tiga orang warga yang tengah berada di area persawahan,” ujar Antonius. Tiga korban diketahui bernama Aidil Putra (20) dan Maijasman (63), warga Barulak, serta Sabri (65), warga Talu. Ketiganya sempat bergumul dan berusaha menghindari amukan satwa liar tersebut sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Pasaman Barat dan Puskesmas Talu untuk mendapat perawatan medis intensif. Usai menyerang warga, beruang madu tersebut melarikan diri ke arah perbukitan setelah mendapat perlawanan dan dihalau oleh masyarakat sekitar lokasi kejadian. Namun konflik belum berakhir. Minggu, 15 Februari 2026, tim gabungan kembali melakukan penanganan dan penelusuran. Sekitar pukul 14.00 WIB, beruang itu kembali muncul secara tiba-tiba dan justru menyerang tim di lapangan. Seorang petugas BKSDA yang tengah bersiap melakukan prosedur pembiusan menjadi sasaran serangan mendadak. Akibat serangan tersebut, petugas mengalami luka robek di kaki kiri, tepat di atas pergelangan, dan harus mendapatkan lima jahitan. Sebagai langkah penanganan interaksi negatif antara manusia dan satwa liar ini, BKSDA bersama tim Centre for Orangutan Protection (COP) telah melakukan berbagai upaya sejak hari pertama. Tim gabungan melakukan patroli rutin, penghalauan satwa, serta sosialisasi dan penyuluhan kepada warga agar tetap waspada dan menghindari aktivitas berisiko di sekitar lokasi kemunculan beruang madu. Insiden ini menjadi pengingat keras bahwa konflik manusia dan satwa liar masih menjadi ancaman nyata, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan habitat alami. Sumber Video Facebook/Mas Yerry Facebook/Bksda Sumbar Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: YouTube: / @tribunpekanbaruofficial Facebook: / tribunpekanbarufanspage Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ... TikTok: / tribunpekanbaru Instagram: / @tribunpekanbaru