У нас вы можете посмотреть бесплатно Kapten Miswar Punya Cita-cita Mulia sebelum Hilang di Selat Hormuz, Akui Mau Pensiun dari Pelayaran или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Kabar hilangnya Capt Miswar Maturusi, kapten kapal asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, di kawasan Selat Hormuz, Timur Tengah, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Di balik pengabdiannya lebih dari dua dekade di dunia pelayaran, Miswar ternyata menyimpan rencana besar untuk masa depannya, yakni meninggalkan laut dan beralih ke dunia pendidikan. Keluarga menyebut bahwa Miswar sudah lama menyampaikan niat untuk pensiun dari pelayaran. Ia ingin mengabdikan diri dengan berbagi pengalaman kepada generasi muda melalui jalur pendidikan. Bahkan, rencana itu sudah mulai dipersiapkan dengan menempuh pendidikan formal sebagai bekal untuk mengajar. Sumarlin Ahmad (21), kerabat korban, menuturkan bahwa Miswar berencana berhenti berlayar setelah dana pensiun mencukupi, lalu fokus menjadi dosen atau pengajar di bidang maritim. Tekad itu sering ia sampaikan kepada keluarga sebagai cita-cita baru setelah puluhan tahun berkarier di laut. Selama 26 tahun bekerja di dunia pelayaran, Miswar dikenal sebagai sosok pekerja keras dan tulang punggung keluarga. Ia menanggung kebutuhan istri, Marliani Ahmad, serta dua anaknya, Muhammad Qiratul Miswar dan Muhammad Hayatullah Miswar. Tidak hanya itu, ia juga membantu pendidikan kerabatnya. Anak pertamanya bahkan telah berhasil menjadi anggota kepolisian dan kini bertugas di Polda Sulawesi Selatan. Capt Miswar dilaporkan hilang saat memimpin kapal tugboat Musaffah 2 pada Jumat (6/3/2026) dini hari. Komunikasi terakhir dengan keluarga terjadi sehari sebelumnya, ketika ia sempat berbicara dengan istrinya sebelum berangkat kerja. Keesokan harinya, sekitar pukul 13.00 Wita, ia masih sempat membuka pesan dari anaknya melalui aplikasi percakapan, namun tidak sempat membalas. Setelah itu, kontak terputus. Keluarga baru menerima kabar pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 Wita dari rekan korban. Informasi awal menyebut kapal yang dinakhodai Miswar diduga terkena ranjau laut. Hingga kini, keluarga masih menerima berbagai versi informasi mengenai insiden tersebut, termasuk kemungkinan kapal sedang menuju pelabuhan Abu Dhabi atau lokasi perbaikan. Pihak keluarga berharap pemerintah Indonesia melalui KBRI dapat membantu pencarian dan memberikan informasi yang jelas. Mereka menyebut sudah dihubungi oleh perwakilan KBRI untuk pendataan, namun tetap menunggu perkembangan lebih lanjut. Meski siap menerima segala kemungkinan, keluarga tetap berharap Miswar dapat ditemukan dalam kondisi selamat. Bagi mereka, rencana Miswar untuk pensiun dan menjadi dosen kini menjadi kenangan sekaligus harapan yang tertunda. (Tribun-Video.com/Surya.co.id) Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Siapa Kapten Miswar? Kapten Kapal yang Hilang di Selat Hormuz, Punya Cita-cita Mulia Setelah Pensiun, https://surabaya.tribunnews.com/news/.... Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta Program: Tribunnews Update Host: Putri Dwi Arrini Editor Video: Irvan Nur Prasetyo Reporter: Muh Sauki Maulana