У нас вы можете посмотреть бесплатно SEJARAH NEPA PANTAI HUTAN KERA NEPA BANYUATES SAMPANG MADURA | DJI MAVIC MINI |DRONE FOOTAGE или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Cerita Asal Usul Hutan Kera Nepa di Sampang Madura Malam itu gelap gulita, tak ada sinar yang mampu menerangi bumi yang luas terbentang. Apalagi hutan belantara yang rimbun ikut menyelibungi dan menambah kepekatan kegelapan malam. Langitpun tak berbulan kecuali satu-dua bintang berkelipan di puncak ketinggian tak mampu menerobos ruang angkasa yang hampa udara. Syukurlah alunan gelombang laut masih peduli memancarkan sinar radiasi yang lembut kemilau bak kunang-kunang yang beterbangan. Ditengah arungan yang luas dan pekatnya malam yang gulita ini dua sosok tubuh manusia yang gemetar kedinginan mengadu nasib menelusuri pantai Geger yang berlayar ke arah timur, rnenuju panorama yang biasa mentari terbit. Tiba-tiba perahu yang mereka tumpangi kandas pada sebuah karang, maju tak mau lagi mundurpun enggan di sekeliling perahu. Riak air seolah-olah tidak mau di ajak kerja sama. R. Ayu Bendorogung, Putri Raja Sang Hyang Tunggal dari kerajaan Mendang Kamulan dan Raden Segara sebagai cucunya sedang terapung di permukaan air laut, diatas perahu yang mereka tumpangi. Raden Ayu Bendorogung yang pernah dijatuhi hukuman mati oleh ayah kandungnya sendiri ternyata masih hidup. Bahkan kini telah mamiliki seorang putri bernama Raden Segara yang atas kebijakan Kyai Poleng (Pranggolang) Patih Kerajaan Mendang Kamulan. Keduanya hidup dalam pengasingan di Gunung Geger Kabupaten Bangkalan. Baru setelah Raden Segara berusia 17 tahun keduanya meninggalkan Geger dan hijrah ketempat baru yang di kenal sebagai Dusun Nepa Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang. Raden Segara yang telah tumbuh sebagai pemuda yang tegar clan perkasa itu, sudah pasti tidak mau berpangku tangan. Ia berupaya menyelamatkan ibu tercinta dan dirinya sendiri. Ia belum berani menjajaki kedalaman laut disekitarnya. Dalam keraguan ini terdengarlah kokok ayam jantan bersahut-sahutan. Suatu inspirasi bagi Segara bahwa kokok ayam itu menunjukkan sudah dekat sekali dari pantai. Inspirasi yang sebenarnya merupakan petunjuk Yang Maha Kuasa, agar Raden Segara dan ibunya segera berlabuh di pantai tersebut. Walaupun hatinya masih ragu, tekadnya dibulatkan untuk menjajahi kedalaman laut tersebut. Ternyata pantai tersebut tidak seberapa dalamnya. Dengan hati yang gembira, Raden Segara segera memanggil ibunya. Raden Ayu Bendorogung segera dirangkul dan digendong menuju bibir pantai. Sebentar saja keduanya telah mendarat di pelataran hutan Nepa. Dari kejauhan terlihat sorotan sinar benderang bagaikan mercusuar sebagai pemandu. Cahaya tersebut dijadikan acuhan perjalanan keduanya. Bahkan, Raden Segara didaulat masyarakat setempat sebagai pemimpin mereka. Pada tahun 929 M, Kerajaan Mendang Kamulan diserang dan dikepung oleh musuh dari Negeri Cina, Giling Wesi. Prajurit Kerajaan Mendang Kamulan bergelimpang bermandikan darah sebagai Kusuma Bangsa. Yang selamat segera menyelamatkan diri dalam lingkungan keraton untuk bertahan dan melindungi keluarga istana. Rakyatpun terpaksa kabur meninggalkan kampung halamannya yang telah habis dibakar oleh pasukan penyerang. Hutan di sekitar Kerajaan dijadikan sebagai tempat pengungsian yang dianggap paling aman dan dapat menyediakan bahan makanan yang sederhana. Raja tidak banyak berbuat, kecuali meningkatkan semedinya minta petunjuk dan pertolongan Sang Hyang Wedhi. Siang malam Baginda bersemedi dan akhirnya bermimpi kedatangan seorang tua. Orang tua yang berpakaian serba putih menasehati Raja agar mau minta bantuan kepada Raden Segara seorang pemuda gagah perkasa dari Madura. Nasehat dalam mimpi yang sekilas cukup menggembirakan Raja. Setelah mengakhiri semedinya beliau bangkit dengan wajah berseri. Patih Kerajaan segera dipanggil seraya ujarnya : Paman patih, sesuai suara dalam mimpiku ketika saya bersemedi, kalau kita ingin menang perang mengusir pasukan Cina, kita dianjurkan minta bantuan kepada seorang pemuda bernama Raden Segara di Madura. Oleh karenanya, saya perintahkan kepada Paman Patih untuk menyiapkan armada selengkapnya, senjata dan perbekalan jangan sampai ada yang ketinggalan. Cari pemuda itu sampai ketemu, sampaikan salam dan permohonan saya agar sudi membantu mengusir pasukan Cina dari Negeri seberang. Jika dia menolak, tangkaplah dan bawa dengan paksa. Ampun Gusti Prabu, Segala titah paduka pasti hamba laksanakan demi martabat dan ketahanan Negeri Mendang Kamulan serta ketenangan dan keamanan penduduk. Ketenangan dan keamanan Para penduduk sangat penting agar mereka dapat bekerja dengan baik lepas dari perasaan khawatir dan takut. Hal ini yang akan menunjang keberhasilan perekonomian Negara dan Bangsa.