У нас вы можете посмотреть бесплатно SAKSI KATA: Ketua RT Bulogading Makassar Ungkap Detik-detik Kebakaran yang Hanguskan Rumahnya или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral #saksikata #ketuart #kebakaran #hanguskanrumah Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nasib pilu menimpa Junaeda, Ketua RT di Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar. Rumah yang ditempatinya hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran yang melanda kawasan itu. Kebakaran terjadi di Jalan Wahab Tarru, Kelurahan Bulogading, pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Sebanyak lima rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Akibat kebakaran itu, sebanyak 27 orang terpaksa mengungsi Saat ditemui, pada Kamis (15/1/2026), Junaeda menceritakan bagaimana kondisi saat terjadinya kebakaran. Ia mengatakan bahwa saat itu ia sedang berada di ruang tamu bersama seorang tamu saat seseorang tiba-tiba masuk mengabarkan adanya asap di belakang rumahnya. "Sementara itu, saya ada di ruang tamu, kebetulan ada tamu juga, jadi pas lagi nonton tv, anak saya masak nasi, kebetulan ada orang dari luar, dia masuk, dia bilang ada asap, ada asap," jelasnya. Di dalam rumah tersebut, selain Junaeda, ada dua anaknya, Irnawati dan Ilawati, menantunya Nurfadli, cucunya Adam dan Abi, dan seorang tamu Tirsa. Mendengar kabar adanya asap, menantu Junaeda, Nurfadli, bergegas mencari sumber api penyebab asap. Awalnya ia pikir di rumah tetangga. Namun saat hendak ke rumah tetangga, orang yang memberitahukan adanya asap pertama kali, mempertegas lagi bahwa asap tersebut membumbung di belakang rumahnya. Nurfadli lalu buru-buru mengecek ke lantai dua rumahnya. Ia naik tangga belakang yang terletak di ruang dapur. Sesampai di atas, ia memang melihat asap membumbung api dengan api yang telah berkobar. Ia lalu menyiram api tersebut dengan air dari toilet. Namun api sudah terlalu besar dan sudah menjalar. "Ada WC di lantai dua, dia sempat ambil ember, dia siram tapi tidak sempat, terlalu apa itu, terlalu menyalami, jadi sempat dia turun, tidak bisa mi, apinya terlalu besar," ucapnya. Mengetahui adanya api yang berkobar, Junaeda yang panik buru-buru meminta anak-anak dan tamunya keluar mencari tempat aman. "Kami keluar rumah, lalu lari keluar lorong," ucapnya. Pemadam kebakaran kemudian datang belasan menit kemudian. Namun saat pemadam datang, api sudah ke menjalar ke beberapa rumah. Akibat kebakaran ini, Junaeda harus kehilangan uang arisan Rp60 juta. Ia pegang uang tersebut karna posisinya sebagai bendahara. Selain itu, ia juga kehilangan uang Rp6 juta di dompetnya. Uang tersebut rencananya ia mau pakai untuk menebus emasnya di pegadaian. Lalu ia juga kehilangan gelang emas 10 gram beserta tiga cincin. "Gelang emas yang besar itu 10 gram, terus ada cincin empat itu ada tiga," ucapnya. Meski terpukul dengan musibah ini, Junaeda mengaku perlahan mulai mengikhlaskan harta bendanya yang hilang. Ia menyatakan tetap berusaha tegar dan optimistis dapat melewati cobaan ini bersama keluarganya. Reporter : Makmur Editor Video : Sanovra J. R Narator : Rasni Gani (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur