У нас вы можете посмотреть бесплатно Permintaan Terakhir DN Aidit sebelum Dieksekusi usai G30S, Bukan Keluarga tapi Ingin Temui Soekarno или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM – DN Aidit, Ketua PKI sekaligus tokoh utama di balik Gerakan 30 September 1965, akhirnya ditangkap setelah melarikan diri dari Jakarta ke Yogyakarta dan Jawa Tengah. Setelah melalui pelarian panjang, Aidit berhasil dibekuk pada 22 November 1965 di Solo oleh pasukan Kolonel Yasir Hadibroto. Ia ditangkap saat bersembunyi di rumah Harjomartono di Kampung Sambeng, belakang Stasiun Balapan. Usai ditangkap, Aidit dibawa ke Markas Brigif IV Loji Gandrung, Solo. Dalam pemeriksaan, Aidit sempat menyampaikan sebuah permintaan terakhir. Ia tidak meminta bertemu keluarga, melainkan mendesak agar dihadapkan kepada Presiden Soekarno. Dalam pandangannya, hanya Soekarno yang bisa mendengar langsung pembelaan dirinya, sekaligus membuka fakta yang sesungguhnya terkait G30S. Namun, permintaan itu ditolak Yasir. Ia khawatir, pertemuan Aidit dengan Soekarno justru dimanfaatkan untuk memutarbalikkan keadaan. Aidit kemudian rencananya akan dibawa ke Semarang untuk diadili di Markas Kodam Diponegoro. Namun, perjalanan itu tidak pernah sampai. Pasukan Yasir justru membawa Aidit ke Markas Batalyon 444 di Boyolali. Di sana, di tepi sebuah sumur tua di belakang rumah Mayor Trisno, Aidit diminta menyampaikan kata-kata terakhir. Aidit tetap bersikeras bahwa dirinya ingin bertemu Soekarno, sambil mengecam Jenderal Soeharto dan Nasution yang ia sebut sebagai pengkhianat revolusi. Tak lama kemudian, DN Aidit dieksekusi mati dan jasadnya dimasukkan ke sumur tua itu. Dua hari berselang, tepatnya 24 November 1965 pukul 15.00 WIB, Kolonel Yasir melaporkan langsung kepada Soeharto di Gedung Agung, Yogyakarta. Ia mengabarkan bahwa Aidit telah dieksekusi dengan cara ditembak. Yasir kemudian memberanikan diri bertanya, “Apakah yang Bapak maksudkan dengan bereskan itu seperti sekarang ini, Pak?” Menurut catatan buku Aidit: Dua Wajah Dipa Nusantara, Soeharto hanya tersenyum mendengar laporan tersebut. Dipa Nusantara Aidit pun tewas tanpa sempat melewati proses pengadilan. Eksekusi Aidit menjadi akhir yang menyisakan banyak pertanyaan, sekaligus menandai ditutupnya salah satu babak paling kontroversial dalam sejarah Indonesia. Host: Fransisca Krisdianutami Mawaski Editor: Bati Omar Zaky Uploader: