У нас вы можете посмотреть бесплатно Diplomasi Buntu? AS Siapkan Opsi Militer ke Iran или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
KONTAN - https://www.kontan.co.id/ Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Gedung Putih melontarkan peringatan keras kepada Teheran agar segera menyepakati perjanjian dengan Washington. Peringatan ini muncul setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal kemungkinan tindakan militer jika jalur diplomasi menemui jalan buntu. Peringatan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang mendesak Iran segera mencapai kesepakatan dengan Presiden Trump dan pemerintahannya. Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan bahwa meskipun Iran bersedia melanjutkan pertemuan, masih terdapat kebuntuan dalam sejumlah poin prinsip. Menurut Vance, Presiden Trump telah menetapkan sejumlah garis merah yang hingga kini belum diakui ataupun dipenuhi oleh pihak Iran. Kedua negara baru saja merampungkan putaran pembicaraan tidak langsung yang dimediasi Oman di Jenewa, Swiss, pada 17 Februari 2026. Presiden Trump menyebut agenda ini sebagai pembicaraan yang sangat penting. Berbicara di atas pesawat Air Force One, Trump mengisyaratkan bahwa Teheran kini lebih melunak karena tidak ingin menanggung konsekuensi jika perundingan gagal. Ia juga menyinggung aksi militer sebelumnya terhadap fasilitas nuklir Iran sebagai pelajaran bagi Teheran. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Iran tengah menyusun kerangka kerja untuk pembicaraan lanjutan dengan Amerika Serikat. Menurutnya, Teheran telah menyepakati prinsip-prinsip panduan dengan Washington. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak menginginkan perang, namun tidak akan menyerah pada tuntutan Amerika Serikat. Iran juga menegaskan pembahasan harus dibatasi pada isu nuklir, sementara Washington mendorong agar program rudal balistik dan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata regional turut dibahas. Di tengah upaya diplomasi, Amerika Serikat meningkatkan kekuatan militernya di kawasan. Washington mengirim kapal induk kedua ke wilayah tersebut. Kapal induk pertama, USS Abraham Lincoln, dilaporkan berada sekitar 700 kilometer dari pantai Iran bersama hampir 80 pesawat tempur. Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam Iran memulai latihan militer di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia. Televisi pemerintah Iran bahkan melaporkan bahwa sebagian Selat Hormuz akan ditutup sementara selama latihan berlangsung. Ketegangan yang meningkat ini menempatkan kawasan Timur Tengah dalam situasi rawan. Meski jalur diplomasi masih terbuka, peningkatan aktivitas militer dari kedua pihak memunculkan kekhawatiran akan potensi eskalasi lebih lanjut. Apakah perundingan akan menghasilkan kesepakatan, atau justru membawa kedua negara ke konflik terbuka? Kita akan terus memantau perkembangan situasi ini #kontantv #kontan #kontannews _________________________________________ Instagram: / kontannews Facebook: / kontannews Twitter: / kontannews