У нас вы можете посмотреть бесплатно Menkeu Sampai Kecilkan Suara, Cerita Purbaya Datangkan Dana APBN Rp60 T или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Menteri Keuangan Purbaya membagikan pengalamannya dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat menghadiri Peringatan Hari Ibu Kementerian Keuangan 2025 bertema “Kasih Ibu untuk Bumi: Merawat Alam, Menumbuhkan Harapan” pada 12 Februari 2026. Dalam sambutannya, Purbaya menegaskan bahwa APBN bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan instrumen penting yang menentukan arah kemajuan bangsa serta menjadi bukti kehadiran negara di tengah masyarakat. “APBN itu bukan angka di kertas. Pelaksanaannya amat menentukan bagaimana kita maju ke depan dan memberi indikasi ke masyarakat bahwa APBN itu hadir,” ujarnya. Ia kemudian menceritakan pengalamannya terkait pengelolaan dana yang mencapai Rp60 triliun. Menurutnya, dana tersebut telah “disisir” atau dipetakan sebelumnya oleh jajaran Kementerian Keuangan untuk kebutuhan tertentu, termasuk mengantisipasi kondisi darurat seperti bencana. Purbaya menggambarkan bagaimana dana tersebut disiapkan sebelum ada arahan langsung. Saat muncul kebutuhan mendesak, dana Rp60 triliun itu disebut dapat segera dialokasikan. “Ketika bencana, kita perlu Rp60 triliun. Tapi uangnya saya kantongin dulu. Saya enggak sebutin,” ucapnya dalam nada bercerita. Ia juga menyinggung dinamika komunikasi internal terkait ketersediaan anggaran. Dalam ceritanya, ketika ditanya mengenai ketersediaan dana, jawaban awal yang muncul seolah belum ada alokasi. Namun dalam waktu singkat, dana yang telah disisir sebelumnya itu bisa ditunjukkan. Menurut Purbaya, pengelolaan APBN memang membutuhkan kecermatan dan strategi, termasuk dalam menjaga cadangan anggaran agar dapat digunakan pada waktu yang tepat. Ia mengakui, sikap hati-hati tersebut terkadang menimbulkan anggapan bahwa Menteri Keuangan terkesan “pelit”. “Orang bilang Menteri Keuangan pelit. Tapi itu memanage APBN,” ujarnya. Melalui kisah tersebut, Purbaya menegaskan pentingnya tata kelola anggaran negara yang disiplin dan terencana, agar dana publik dapat digunakan secara efektif sesuai kebutuhan nasional. Baca Berita Lengkap : https://bengkulu.tribunnews.com/ Editor Video: Muhammad Maulana Ahmad Al H Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Baca berita di ------- http://bengkulu.tribunnews.com/ Follow Instagram --------- / tribun_bengkulu Like fanspage --------- / tribunbengkulu