У нас вы можете посмотреть бесплатно Di Sidang Kasus Minyak, Ahok Minta Eks Presiden Jokowi Diperiksa: Keterlaluan Orang Terbaik Dicopot или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Eks Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama meminta jaksa memeriksa Presiden ke-7 Joko Widodo. Hal ini disampaikan Ahok dalam sidang lanjutan dugaan korupsi tata Kelola minyak mentah dan produksi kilang Pertamina pada Selasa (27/1/2026). Suasana ruang siding langsung riuh saat Ahok bersaksi di persidangan. Awalnya jaksa menanyakan Ahok soal nama mantan direksi Djoko Priyono dan Mas'ud Khamid. Djoko adalah mantan Direktur Utrama PT Kilang Pertamina Internasional. Sementara Mas'ud Khamid adalah mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga. Keduanya mengakhiri masa jabatan di era Presiden ke-7 Joko Widodo. Ahok kemudian menegaskan bahwa keduanya adalah dirut yang hebat. Mereka diakui Ahok mau memperbaiki produksi kilang dan Patra Niaga. Ahok lalu mengatakan BUMN keterlaluan mencopot orang meritokrasi. Mantan Gubernur Jakarta ini lantas meminta jaksa sekaligus memeriksa BUMN dan Jokowi. Pemeriksaan ini mengenai alasan di balik pencopotan Djoko dan Mas'ud. Ucapan Ahok itu lalu disambut sorak dan tepuk tangan pengunjung persidangan. Majelis hakim lalu mengingatkan pengunjung agar tertib di persidangan. (Tribun-Video.com) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ahok Heran Orang Terbaik Pertamina Djoko Priyono dan Mas'ud Khamid Dicopot, Minta Presiden Diperiksa, https://www.tribunnews.com/nasional/7... Program: Tribunnews Update Host: Nila Irda Editor Video: Nur Rohman Urip Uploader: bagus gema praditiya sukirman Reporter: Rahmat Fajar Nugraha