У нас вы можете посмотреть бесплатно NGOBROL DESA 235 | THR Perangkat Desa Ada atau Tidak? Ironi Regulasi Desa, BUMDes, dan Nssib Prades или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, satu pertanyaan selalu muncul di banyak desa di Indonesia: apakah perangkat desa berhak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR)? Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi ternyata menyimpan persoalan yang cukup dalam—mulai dari soal regulasi, kemampuan keuangan desa, hingga keadilan bagi para penyelenggara pemerintahan desa. Dalam episode Ngobrol Desa kali ini, diskusi mengangkat realitas yang sering dialami oleh perangkat desa, kepala desa, hingga pengelola BUMDes dan koperasi desa. Banyak pihak di desa berharap adanya THR sebagaimana yang diterima oleh ASN, TNI, Polri, maupun pekerja di sektor swasta. Namun faktanya, hingga hari ini belum ada regulasi yang secara tegas mengatur THR bagi perangkat desa. Padahal perangkat desa adalah bagian dari penyelenggara pemerintahan. Mereka mengelola program pembangunan, mengurus administrasi masyarakat, hingga menjadi ujung tombak pelayanan publik di tingkat paling bawah. Ironinya, ketika negara mengumumkan pencairan THR bagi aparatur negara lainnya, perangkat desa hanya bisa menjadi penonton. Diskusi ini juga mengupas bagaimana kondisi keuangan desa sangat menentukan apakah desa mampu memberikan tambahan penghasilan menjelang hari raya. Jika desa memiliki Pendapatan Asli Desa (PADes) yang kuat, atau memiliki BUMDes yang menghasilkan keuntungan besar, maka kemungkinan pemberian bonus, paket hari raya, atau bentuk dukungan lainnya bisa terjadi. Namun bagi desa yang PADes-nya kecil dan sangat bergantung pada transfer dana dari pemerintah, bahkan untuk memenuhi penghasilan tetap perangkat desa saja seringkali masih menjadi tantangan. Topik lain yang menarik adalah bagaimana BUMDes atau koperasi desa dapat menjadi sumber kesejahteraan baru bagi desa. Jika unit usaha desa berkembang dengan baik dan mampu menghasilkan keuntungan signifikan, maka desa sebenarnya memiliki peluang untuk memberikan insentif tambahan kepada perangkat desa maupun masyarakat. Bahkan ada contoh desa yang mampu membagikan bantuan hari raya kepada warganya karena usaha desa berjalan sukses. Namun pertanyaan mendasar tetap muncul: Apakah desa hanya akan menjadi pelaksana program, atau juga mampu menjadi pusat ekonomi yang kuat bagi masyarakatnya? Diskusi ini juga menyinggung soal political will dari pemerintah daerah dan pusat. Tanpa regulasi yang jelas, nasib THR bagi perangkat desa akan terus bergantung pada kebijakan lokal dan kemampuan keuangan masing-masing daerah. Melalui obrolan santai namun kritis ini, kita diajak melihat lebih jauh: Bagaimana posisi perangkat desa dalam sistem pemerintahan Indonesia Mengapa regulasi kesejahteraan perangkat desa masih belum jelas Apa peran BUMDes dan koperasi desa dalam menciptakan ekonomi desa yang kuat Dan apakah suatu hari perangkat desa juga akan mendapatkan hak yang sama seperti aparatur negara lainnya. Bagi perangkat desa, pendamping desa, pengelola BUMDes, maupun pemerhati pembangunan desa, diskusi ini membuka perspektif baru tentang masa depan ekonomi dan kesejahteraan desa di Indonesia. #NgobrolDesa, #PerangkatDesa, #KepalaDesa, #BUMDes, #EkonomiDesa, #THRDesa, #PemerintahanDesa, #PendapatanAsliDesa, #KoperasiDesa, #DesaIndonesia, #PembangunanDesa, #DiskusiDesa, #DesaMandiri