У нас вы можете посмотреть бесплатно Kenapa Kita Sulit Menerima Kebenaran? | Kisah Sariputta–Moggallana & Sahabat yang Menolak Mendengar или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pernahkah Anda diberi nasihat yang benar, tetapi sulit menerimanya karena gengsi atau merasa “lebih tahu”? Ternyata, pergulatan batin seperti ini bukan hal baru. Sudah terjadi sejak zaman Sang Buddha — melalui kisah tiga pencari kebenaran: Upatissa, Kolita, dan Sañjaya. Video ini mengulas perjalanan luar biasa dua sahabat yang kemudian dikenal sebagai Sāriputta dan Moggallāna, serta seorang guru yang memilih menolak kebenaran meski sudah berada di depan matanya. ✨ Apa yang Akan Anda Pelajari dari Video Ini? • Rasa hampa yang melanda dua sahabat muda Bagaimana mereka merasakan kehampaan hidup meski memiliki pengetahuan luas. • Pertemuan yang mengubah segalanya Upatissa bertemu Assaji Thera dan mendengar syair sederhana: “Segala sesuatu muncul karena sebab.” • Pencerahan dua sahabat Baik Upatissa maupun Kolita sama-sama mencapai sotāpatti hanya dengan mendengar inti ajaran Sang Buddha. • Sañjaya: cermin dari ego kita sendiri Mengapa seseorang bisa menolak kebenaran hanya karena tidak mau turun gengsi. • Dhammapada 11–12: Siapa yang benar-benar melihat kebenaran? Ajaran Sang Buddha tentang mereka yang salah melihat kebenaran vs mereka yang benar melihat kenyataan. • Relevansi modern Cara kisah ini membantu kita menghadapi nasihat, kritik, dan kebenaran yang sulit kita terima dalam kehidupan sehari-hari. Bagi siapa pun yang sedang mencari makna hidup, atau sedang berjuang dengan ego dan kerendahan hati, kisah ini adalah cermin yang sangat kuat. ⏱️ Timestamps 00:00 – Opening: Kenapa kita sulit menerima kebenaran? 00:36 – Upatissa & Kolita: dua sahabat pencari makna 00:55 – Perasaan hampa yang memicu pencarian batin 01:25 – Berguru pada Sañjaya dan pencarian yang belum selesai 01:55 – Pertemuan dengan Assaji Thera 02:30 – Saat hati terbuka: pencapaian sotāpatti 02:58 – Sañjaya menolak kebenaran 03:42 – Upatissa & Kolita ditahbiskan menjadi Sāriputta dan Moggallāna 04:40 – Dhammapada 11–12 05:19 – Pelajaran untuk kehidupan modern 05:54 – Closing & refleksi ✍️ Pertanyaan Refleksi Apakah Anda pernah tahu sesuatu itu benar… tapi sulit menerimanya karena ego, gengsi, atau rasa malu? Bagikan cerita Anda di kolom komentar — siapa tahu pengalaman Anda bisa menjadi inspirasi bagi yang lain.