У нас вы можете посмотреть бесплатно Ketum Muhammadiyah jadi Imam Tarawih di Basis NU или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Deskripsi Perbedaan jumlah rakaat tarawih antara Muhammadiyah dan NU sering menjadi bahan perdebatan yang tidak perlu. Delapan atau dua puluh rakaat sebenarnya memiliki dasar dalam tradisi fiqh Islam. Muhammadiyah merujuk pada hadis Aisyah tentang sebelas rakaat, sementara NU mengikuti praktik sahabat di masa Umar bin Khattab yang melaksanakan dua puluh rakaat secara berjamaah. Keduanya berdiri di atas dalil dan metodologi yang sah. Melalui kisah Pak AR Fachruddin yang diminta menjadi imam di masjid basis NU, kita belajar bahwa kedewasaan beragama tidak diukur dari kerasnya mempertahankan angka, tetapi dari kelapangan hati menjaga persaudaraan. Tarawih adalah sunnah, ukhuwah adalah kewajiban. Lalu, di tengah perbedaan ini, kita memilih memperpanjang rakaat atau memperluas hati? #TafsirModerat, #Tarawih, #Ramadan, #Muhammadiyah, #NU, #NahdlatulUlama, #ARFachruddin, #PerbedaanFikih, #IslamModerat, #DakwahSejuk, #UkhuwahIslamiyah, #SejarahIslam, #FikihRamadan, #QiyamRamadan, #IslamIndonesia, #CeramahRamadan, #KajianIslam, #BelajarIslam, #ToleransiBeragama, #IslamRahmatanLilAlamin, #beranda, #short, #fyp, #KontenIslam, #DakwahDigital #beranda #shorts #fyp