У нас вы можете посмотреть бесплатно KH ANWAR ZAHID TERBARU 2026 || "MBG" Mantu Bondo Ganteng " Ijolke Wedus wae Kesuwen или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Hakikat Kematian dan Kualitas Hidup KH. Anwar Zahid membuka ceramah dengan gaya humoris khasnya, menyatakan bahwa bicara di acara haul (peringatan kematian) adalah yang tersulit karena ia sendiri belum pernah mati. Namun, beliau menekankan beberapa poin penting: Misteri Kematian: Syarat mati tidak harus tua atau sakit. Kematian adalah misteri yang bisa datang kapan saja. Prestasi vs. Usia: Allah tidak menilai manusia dari panjang umurnya, melainkan dari amal kebaikan (prestasi) yang ditinggalkan selama hidup. Filosofi Dompet: Beliau mengibaratkan umur seperti dompet; yang bagus bukan yang panjang/besar bentuknya, melainkan yang banyak isinya (amalnya). 2. Tokoh Besar dengan Umur Singkat Beliau memberikan contoh ulama dan pahlawan yang umurnya tidak panjang namun manfaatnya abadi hingga sekarang: Imam Syafi'i: Wafat usia 54 tahun. Imam Ghazali: Wafat usia 51 tahun. Imam Nawawi: Wafat usia 45 tahun. Jenderal Sudirman: Wafat usia 34 tahun namun menjadi pahlawan nasional. RA Kartini: Wafat di usia sangat muda namun jasanya terus dikenang. 3. Tiga Kategori Ulama Pewaris Nabi KH. Anwar Zahid menjelaskan tiga jenis warisan Nabi yang diemban oleh para ulama: Al-Alim: Mewarisi ucapan/ilmu Nabi (pakar ilmu agama/kitab). Al-Abid: Mewarisi perbuatan/ibadah Nabi (menonjol dalam amaliah ibadah). Al-Arif: Mewarisi akhlak/kebatinan Nabi (memiliki ketajaman batin/ngemong masyarakat). 4. Hubungan Umat dengan Masjid Mengambil pelajaran dari para pendiri (muasis) masjid, beliau menekankan pentingnya masjid bagi umat Islam: Filosofi Ikan dan Air: Hubungan Muslim dengan masjid ibarat ikan dengan air. Ikan yang selamat adalah yang betah di air; Muslim yang selamat adalah yang hatinya terpaut dan betah di masjid. Tempat Terbaik: Masjid adalah tempat terbaik di bumi, sedangkan pasar adalah tempat yang paling rendah (dalam konteks godaan/lalai). 5. Shalat Subuh sebagai Tolok Ukur Beliau menekankan bahwa Shalat Subuh berjamaah adalah indikator utama kualitas seseorang: Ukuran Keimanan: Subuh membedakan antara Mukmin sejati dengan orang yang memiliki sifat munafik. Kriteria Menantu: Jika ingin mencari menantu yang baik, lihatlah apakah ia rutin shalat subuh berjamaah di masjid. 6. Pelajaran Sosial dari Shalat Berjamaah Kehidupan bermasyarakat diibaratkan seperti shalat berjamaah: Imam dan Makmum: Keduanya sama-sama penting. Pemimpin (Imam) butuh rakyat (Makmum), dan sebaliknya. Etika Mengingatkan: Jika pemimpin salah, ingatkan dengan cara yang baik (seperti membaca Subhanallah), bukan dengan anarki. Empati Pemimpin: Imam harus mengerti kondisi makmumnya; jangan membaca surat yang terlalu panjang jika di belakang ada orang tua atau orang yang sedang sakit. 7. Persiapan Menyambut Ramadhan Menjelang bulan suci, beliau berpesan untuk melakukan persiapan "ready tempur": Kebersihan: Membersihkan lingkungan, rumah, pikiran, dan hati. Istighfar: Memperbanyak permohonan ampun di bulan Sya'ban. Ramadhan Terakhir: Anggaplah Ramadhan besok adalah Ramadhan terakhir agar kita bisa menjalaninya dengan maksimal dan khusyuk. Ceramah diakhiri dengan interaksi bersama anak-anak di panggung untuk menguji kemampuan qira'ah (membaca Al-Qur'an) mereka dan memberikan santunan sebagai bentuk motivasi..#khanwarzahid #anwarzahid #anzamania #sahabatanza #kiai #ulama #bojonegoro #kulhuaelek #qulhuaelek #khanwarzahid #anwarzahid #pengajianlucu #kulhuaelek #anzamania #ceramahlucu #roasting #ngakak #nu #shortstory