У нас вы можете посмотреть бесплатно Sekda Makassar Perintahkan Camat: Ramadan Ini, Sterilkan Jalan Protokol dari Anjal dan Gepeng или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral #anjal #gepeng #menjamurdikota #bulanramadhan Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Memasuk Ramadan, tanggung jawab camat di Kota Makassar bertambah. Selain menjaga stabilitas pemerintahan wilayah, camat kini dituntut lebih aktif menjangkau anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng), hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Masalah sosial tersebut diprediksi meningkat selama Ramadan. Mitigasi masalah ini dibahas dalam Rapat Koordinasi terkait Cipta Kondisi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kota Makassar. Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda di ruang rapat Sekda lantai 3 Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Kamis (19/2/2026). Rapat dihadiri Asisten I Andi Muhammad Yasir, Kepala Dinas Sosial Andi Bukti Djufrie, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Hasanuddin, jajaran camat, hingga beberapa Kepala Bagian. Sekretaris Daerah Kota Makassar menyampaikan, Ramadan membawa dua sisi dampak di tengah kehidupan masyarakat. Di satu sisi menghadirkan suasana religius dan semangat kebersamaan Namun di sisi lain berpotensi memunculkan persoalan sosial yang perlu diantisipasi sejak dini oleh seluruh unsur pemerintah wilayah. Karena itu, menciptakan keamanan dan ketertiban menjadi tanggung jawab wilayah, dengan camat sebagai garda terdepan. “Setiap Ramadan selalu ada lonjakan pengemis, pemulung, dan anjal, gepeng. Ini PR kita bersama. Saya harap semua camat sudah memetakan titik-titik rawan di wilayahnya,” tegas Andi Zulkifli. Dari pemetaan Dinas Sosial Kota Makassar, potensi masalah sosial selama Ramadan dinilai cukup besar. Karena itu, pemerintah membangun satu persepsi dan strategi bersama agar penanganan tidak berjalan parsial. “Camat tidak bisa bekerja sendiri. Harus berkolaborasi dengan Dinsos, Kesbangpol, Satuan Polisi Pamong Praja, dan unsur lainnya, yang dikoordinatori Asisten I,” lanjut Zulkifli. Sejumlah wilayah prioritas harus steril dari anjal dan gepeng. Terutama kawasan Ujung Pandang, jalan protokol, dan area sekitar masjid besar seperti Masjid Raya dan Al Markaz. “Tidak ada toleransi untuk titik-titik itu. Camat jangan hanya mengandalkan pegawai kecamatan atau RT/RW, tapi harus melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan Dinsos,” tegasnya. Kepala Dinas Sosial Makassar, Andi Bukti Djufrie menegaskan, penanganan ketenteraman dan ketertiban umum tidak mungkin dilakukan oleh satu OPD saja. Sinergi dengan kecamatan menjadi kunci. Ia mencontohkan kasus pemulung di kawasan Kimia Farma, Kecamatan Ujung Pandang, yang awalnya hanya mengais barang bekas namun berkembang menjadi pengemis dengan melibatkan keluarga. Atas arahan langsung Wali Kota, Dinsos bersama kecamatan dan Satpol PP melakukan penjangkauan pada Minggu malam. “Kami bawa ke RPTC, lakukan asesmen, mereka diketahui mengontrak di wilayah Sinassara dan sudah menandatangani surat pernyataan,” jelasnya. Andi Bukti menekankan, camat dan seksi ketentraman, ketertiban (trantib) perlu memahami alur penanganan agar ke depan sinergi semakin jelas. Berdasarkan informasi NGO, anjal dan gepeng bahkan sudah memiliki titik-titik penampungan di kecamatan tertentu sebelum menyebar ke seluruh wilayah Kota Makassar saat waktu Magrib hingga Tarawih. Sebagai langkah antisipasi, patroli penjangkauan ditingkatkan dari dua kali menjadi empat kali sepekan. Sementara itu, Kasatpol PP Kota Makassar menyatakan kesiapan mendukung kecamatan melalui BKO. Camat dipersilakan langsung menggerakkan personel. Jika skala penanganan besar, dapat meminta bantuan tambahan dari markas komando. Ia juga menyoroti keterbatasan penyidik PPNS serta pentingnya kehati-hatian dalam penindakan, terutama penyitaan. Menurutnya, penguatan SDM dan penganggaran diklat trantib perlu dipikirkan ke depan. Sementara itu, Camat Mamajang M Rizal menyampaikan, pihaknya telah mengambil langkah cepat menindaklanjuti laporan keberadaan pemulung di kawasan Jl Veteran. Ia mengatakan, pemulung yang terdata telah dipanggil dan dikumpulkan di kantor lurah untuk diberikan pembinaan awal. “Selanjutnya kami langsung melaksanakan rapat lanjutan di kantor lurah guna membahas langkah penanganan dan pencegahan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi pengemis,” ujarnya. Ia menegaskan, kecamatan siap bersinergi dengan Dinas Sosial, Satpol PP, serta unsur kewilayahan lainnya dalam menghadapi potensi peningkatan masalah sosial selama Ramadan. Reporter: Siti Aminah Narator: Rasni Gani Supporting:A. Ariesta Widya Sari Arsyad (Mhs Magang UNM) Editor : Rasmi Padanun (Mhs Magang UNM)/Sanovra J.R (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ YouTube business inquiries: 081144407111