У нас вы можете посмотреть бесплатно Pengakuan Ali Operator SPBU Tuban yang Dipukuli ASN, Padahal Hendak Melerai или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru SURYA.CO.ID - Salah satu operator SPBU, Ali Nasroh (32), warga Kecamatan Bangilan, menceritakan awal mula terjadinya dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di sebuah SPBU di Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Selasa (10/2/2026). Ali menuturkan, peristiwa itu bermula saat dirinya tengah melakukan prosedur pengecekan stok bahan bakar minyak (BBM). Dalam proses tersebut, penjualan BBM harus dihentikan sementara selama sekitar dua hingga tiga menit. “Waktu itu saya sedang mengecek stok. Karena prosedur, penjualan memang kami hentikan sebentar,” ujarnya. Setelah pengecekan selesai dan mesin kembali beroperasi, salah satu operator SPBU melayani kendaraan roda dua yang lebih dahulu mengantre. Namun, tak berselang lama, datang sebuah mobil yang hendak mengisi BBM jenis Pertamax. Dari dalam mobil, pengendara tersebut memanggil-manggil operator. “Operator sempat dipanggil-panggil oleh pengendara mobil itu. Ditanya apa saya kurang tahu,” imbuhnya. Situasi kemudian memanas dan terjadi cekcok antara VPF (23), operator SPBU asal Kecamatan Soko, dengan pengemudi mobil hitam tersebut. Melihat keributan itu, Ali mencoba mendekat untuk melerai sekaligus mempertanyakan permasalahan yang terjadi. Namun, upaya tersebut justru berujung pada tindakan kekerasan. “Saat saya datang untuk menanyakan perkaranya, justru terjadi kemarahan dari pelaku dan saya ikut menjadi korban,” bebernya. Akibat kejadian tersebut, empat orang pegawai SPBU mengalami luka, termasuk Ali sendiri. Namim korban yang mengalami luka paling parah, yakni Prasodjo, yang harus mendapatkan perawatan medis akibat cedera berat. “Yang paling parah itu Pak Prasodjo. Informasinya tulang hidungnya patah dan bagian kaki mengalami pergeseran,” ungkapnya. Atas kejadian tersebut, Ali dan rekan-rekannya berharap proses hukum terhadap terduga pelaku dapat berjalan secara adil dan tuntas. “Harapan kami, pelaku benar-benar diproses sesuai hukum yang berlaku, secara adil dan benar-benar beres,” pungkasnya. Diketahui saat ini Satreskrim Polres Tuban telah mengamankan terduga pelaku berinisial J (53), warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan, di kediamannya tanpa perlawanan pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. VP: Rizky Reporter: M Nurkholis Host: Cindy Dinda Jangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan! https://whatsapp.com/channel/0029VaUt... Website: https://surabaya.tribunnews.com/ Instagram: / suryaonline Facebook: / suryaonline YOUTUBE / @tribunnewssurya #suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA