У нас вы можете посмотреть бесплатно DI DALAM ROH KAMI BERSERU или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
DI DALAM ROH KAMI BERSERU Cipta Lirik Lagu: Pdt. Nosin Wau Verse 1 Saat hati tak mampu berkata Saat jiwa tak tahu meminta Dalam lemah dan keterbatasan Roh-Mu datang menolongku Beban yang tak sanggup kupikul Engkau turut mengangkatnya Bukan dari jauh Engkau menolong Engkau bersemayam di dalam diriku Chorus Roh Kudus, Engkau berdoa bagiku Dengan keluhan yang tak terucap Saat lidahku tak mampu berkata Engkau menyampaikannya pada Bapa Di dalam lemah, kuasaMu dinyatakan Di dalam diam Engkau bekerja Doaku hidup karena Roh-Mu Yang menuntun pada kehendak-Mu Verse 2 Sering aku tak mengerti jalan-Mu Sering hatiku tak tahu maksud-Mu Namun Roh-Mu membentuk doaku Sejalan dengan hati Bapa Air mata, diam, dan kerinduan Semua Engkau terjemahkan Yang tersembunyi dalam hatiku Kau sempurnakan di hadapan-Nya Bridge (bagian teologis utama) Kami berseru kepada Bapa Melalui Kristus Anak-Nya Di dalam Roh yang tinggal di hati Kami masuk ke persekutuan Trinitas Doa kami, gema doa Kristus Yang bersyafaat di hadapan Bapa Keterangan Lagu ini didasarkan pada pengajaran Rasul Paulus dalam Roma 8:26, yang menegaskan bahwa kehidupan doa orang percaya tidak bergantung pada kekuatan manusia, melainkan pada karya Roh Kudus. Paulus menggunakan kata Yunani sunantilambano untuk menjelaskan bahwa Roh Kudus “membantu” kita. Kata ini tidak sekadar berarti memberi bantuan dari luar, tetapi menunjuk pada tindakan turut memikul beban bersama. Roh Kudus hadir di dalam diri orang percaya dan mengambil bagian dalam kelemahan kita, menopang ketidakmampuan kita dalam berdoa. Kelemahan yang dimaksud Paulus (astheneia) bukan hanya kelemahan fisik, melainkan kondisi rohani manusia yang terbatas: manusia tidak sepenuhnya mampu memahami kehendak Allah, tidak selalu mengetahui apa yang harus diminta dalam doa, dan sering tidak mampu mengungkapkan isi hati dengan sempurna. Namun justru dalam kelemahan itulah Roh Kudus bekerja. Roh Kudus berdoa syafaat bagi orang percaya dengan “keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” Ini menunjuk pada karya Roh yang melampaui bahasa manusia, di mana Roh Kudus membawa isi hati orang percaya kepada Bapa dan mengartikulasikan doa tersebut sesuai dengan kehendak Allah. Karena itu, doa yang sederhana, terbata-bata, bahkan hanya berupa keheningan atau air mata tetap bernilai di hadapan Allah, sebab Roh Kudus menerjemahkan dan menyempurnakannya. Lagu ini juga menegaskan bahwa doa orang percaya pada dasarnya adalah partisipasi dalam kehidupan Allah Tritunggal. Kita berdoa kepada Bapa, melalui Anak, dan di dalam Roh Kudus. Ketika orang percaya berdoa, ia tidak sedang berusaha mencapai Allah dengan kekuatannya sendiri, tetapi sedang ikut serta dalam karya doa yang sudah berlangsung di dalam relasi kasih antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Roh Kudus yang diam di dalam kita adalah Roh Kristus sendiri (Roma 8:9–10). Karena itu, doa orang percaya juga terhubung dengan syafaat Kristus yang hidup di hadapan Bapa (Roma 8:34). Dengan demikian, doa kita dapat dipahami sebagai gema dari doa Kristus sendiri yang dinyatakan melalui Roh Kudus di dalam kita. Melalui kebenaran ini, kita belajar bahwa kelemahan manusia bukanlah penghalang bagi doa, melainkan tempat di mana kuasa Allah dinyatakan. Orang percaya berdoa bukan karena ia memiliki kekuatan rohani yang sempurna, tetapi karena Roh Kudus telah hadir di dalam dirinya dan menopang setiap seruannya kepada Allah. Menyadari kebenaran ini, kita tidak dapat tidak merasa takjub. Betapa besar berkat-berkat rohani yang Allah sediakan bagi umat-Nya. Di dalam kelemahan kita sebagai manusia yang terbatas, Allah tidak membiarkan kita berdiri sendiri di hadapan-Nya. Ia memberikan Roh-Nya sendiri untuk tinggal di dalam kita, menopang kehidupan iman kita, bahkan mengambil bagian dalam doa-doa kita.