У нас вы можете посмотреть бесплатно Survei PPI: 80,1% Warga Makassar Puas dengan Kinerja Munafri-Aliyah di Usia Pemerintahan Satu Tahun или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral #wargamakassar #munafriAliyah Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham tergolong sangat tinggi. Hasil survei Parameter Publik Indonesia (PPI) menunjukkan 80,1 persen warga Kota Makassar puas terhadap kepemimpinan pasangan tersebut dalam satu tahun masa pemerintahan berjalan. Data tersebut dipaparkan Direktur PPI, Ras MD dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Mercure Makassar Jl Ap Pettarani, Kamis (19/2/2026). Agenda ini dimoderatori oleh akademisi Institut Teknologi Dan Kesehatan Tri Tunas Nasional, Asran. Ras MD memaparkan hasil surveinya dengan menampilkan data dan temuannya di lapangan. Survei ini melibatkan 600 responden yang tersebar merata di 15 kecamatan di wilayah Makassar. Dengan margin of error sebesar 4,08 persen serta tingkat kepercayaan di atas 95 persen, hasil survei dinilai cukup representatif dalam menggambarkan persepsi masyarakat Makassar saat ini. Pelaksanaan survei dilakukan pada 5 hingga 14 Februari, mencakup proses pengumpulan data di lapangan hingga pengolahan dan analisis data. Responden mencakup seluruh rentang usia, mulai dari Generasi Z, Milenial, Generasi X, hingga kelompok lansia di atas 62 tahun. Direktur PPI Ras MD menyampaikan, tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Munafri-Aliyah tidak hanya tinggi secara agregat, tetapi juga merata di seluruh kelompok usia. "Ketika dibedah berdasarkan segmentasi umur, tingkat kepuasan di setiap kelompok, mulai dari Gen Z hingga Baby Boomers berada di atas 75 persen," ucap Ras MD. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan dan gaya kepemimpinan yang dijalankan dinilai mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, tanpa terpusat pada segmen usia tertentu. Dari segi profesi dan sebaran wilayah, responden berasal dari beragam latar belakang pekerjaan serta tersebar di seluruh kecamatan. Survei ini turut mengukur persepsi masyarakat terhadap empat aspek utama kehidupan sosial. Yakni kondisi politik, ekonomi, keamanan, serta penegakan hukum di Kota Makassar. Untuk kondisi politik, sekitar 73 persen responden menilai situasi politik di Makassar berada dalam kondisi baik. Mayoritas warga menilai tidak terdapat gejolak politik yang mengganggu stabilitas sosial dan pemerintahan di daerah ini. Pada aspek ekonomi, sebanyak 61,7 persen responden menilai kondisi ekonomi Makassar tergolong baik. Namun demikian, survei juga mencatat adanya 31,7 persen responden yang menilai kondisi ekonomi masih buruk. "Temuan ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah, mengingat persoalan ekonomi masih dirasakan cukup signifikan oleh sebagian warga," jelasnya. Sementara itu, untuk kondisi keamanan, lebih dari 70 persen masyarakat menilai situasi keamanan di Makassar berada dalam kategori baik. Meski demikian, masih terdapat 24,3 persen responden yang menilai kondisi keamanan belum sepenuhnya baik. Adapun penegakan hukum atau supremasi hukum, memperoleh penilaian positif dari lebih dari 74 persen responden. Sebanyak 15,8 persen responden menilai penegakan hukum masih buruk. Namun secara umum aspek ini dinilai relatif lebih baik dibanding aspek lainnya. Survei juga menggali persepsi warga mengenai masalah paling penting yang dihadapi Kota Makassar saat ini. Hasilnya, masalah ekonomi menempati posisi teratas dengan 49,5 persen. Responden menyebutnya sebagai persoalan utama. Masalah lain yang turut menjadi perhatian warga antara lain keamanan (9,8 persen), pelayanan publik (7,8 persen), infrastruktur (7,3 persen), serta lingkungan (7 persen). Sementara persoalan kesehatan dan pendidikan masing-masing berada di bawah 5 persen. Menunjukkan bahwa kedua sektor tersebut relatif tidak menjadi keluhan utama masyarakat saat ini. "Jika ditarik lebih rinci, persoalan ekonomi yang dikeluhkan warga didominasi oleh tingginya harga kebutuhan pokok," ungkap Ras. Sebanyak 35,2 persen responden menilai harga bahan pokok masih mahal dan membebani kehidupan sehari-hari. Selain itu, sulitnya mencari lapangan kerja menjadi masalah berikutnya dengan 16,7 persen responden menyampaikan keluhan tersebut. Reporter: Siti Aminah Narator: Rasni Gani Supporting: A. Ariesta Widya Sari Arsyad (Mhs Magang UNM) Editor : Rasmi Padanun (Mhs Magang UNM)/Sanovra J.R (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ YouTube business inquiries: 081144407111