У нас вы можете посмотреть бесплатно HISTORY OF IRIAN JAYA AND PAPUA INDONESIA или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Frans Kaisiepo adalah seorang pejuang asal Irian. Beliaulah yang mengusulkan pulau di ujung timur Indonesia yang luasnya tiga kali Pulau Jawa itu, dinamakan IRIAN yang maknanya “Sinar Yang Menghalau Kabut”. Frans Kaisiepo lahir di Biak pada tanggal 10 Oktober 1921, meninggal dunia di Jayapura pada tanggal 10 April 1979, pada umur 57 tahun. Pada 31 Agustus 1945, Frans termasuk salah satu orang yang mengibarkan Merah Putih dan menyayikan lagu Indonesia Raya di Irian. Di Irian ada 244 suku dengan 93 bahasa lokal. Dan, nama Irian diambil dari salah satu bahasa lokal yang hidup di sana. Sedangkan PAPUA bermakna “Daerah Hitam Tempat Perbudakan”, dipaksakan secara politis untuk digunakan oleh kaum separatis OPM, Organisasi Papua Merdeka. Jika mengikuti akal sehat, tentu nama IRIAN, sinar yang menghalau kabut, lebih indah dan positif dibandingkan dengan nama PAPUA yang berkonotasi negatif. Namun, karena nama organisasi kaum separatis adalah OPM, dan yang diperjuangkan adalah PAPUA MERDEKA, maka nama IRIAN menjadi tidak cocok. Maka, nama IRIAN harus diganti dengan PAPUA supaya cocok. Oleh karena itu, para separatis OPM menebar isu bahwa nama IRIAN merupakan kependekan dari “Ikut Republik Indonesia Anti Nederland”. Sayangnya, sebagian dari kita justru termakan oleh isu itu, dan mendukung nama PAPUA untuk dijadikan nama pulau yang kandungan tambang emasnya selama puluhan tahun disedot Freeport.