У нас вы можете посмотреть бесплатно LASEM KERAJAAN BERDAULAT DI ERA MAJAPAHIT, SEKARANG HANYA KOTA KECAMATAN или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#lasem #rembang #majapahit #indonesia Lasem adalah kota tua yang layak berbangga diri. Kota ini pernah menjadi pusat kemaritiman pada Kedhatuan Pucangsulo dengan menurun ke kerajaan Kalingga dengan laksamana Shimah. Disamping itu, Lasem juga menjadi pusat peradaban pada zaman kerajaaan Majapahit. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya situs-situs bersejarah. Hal ini tidak lepas dari hubungan kekhuwuan Lasem dengan Majapahit. Tahun 1292 M, Akuwu Lasem membantu Raden Wijaya menaklukkan pasukan Jayatkwang. Sehingga, saat Majapahit dipimpin Hayam Wuruk Lasem menjadi kerajaan tersendiri yang dipimpin sepupu dari Raja. Tunggadewi KERAJAAN LASEM Penamaan Kerajaan Lasem pertama kali disebut dalam Piagam Singosari yang berangka tahun 1273 saka atau 1351 Masehi. Kerajaan Lasem pertama kali dipimpin oleh seorang ratu bernama Ratu Duhitendu Dewi (Indu Dewi) yang bergelar Bhre Lasem. Dewi Indu merupakan sepupu dari Hayam Wuruk, Raja Majapahit. Dari piagam Singosari tersebut menyebutkan bahwa Lasem sebelum 1351 M bukanlah daerah yang penting. Dapat disimpulkan bahwa kemungkinan Lasem telah ada sebelum tahun 1351 M atau bahkan sudah ada pada zaman Kerajaan Kediri sekalipun hanya sebagai daerah setingkat pakuwu atau kadipaten. Keberadaan Lasem sebagai kerajaan yang berdaulat diperkuat oleh Nagarakertagama yang menyebutakan ketika Arya Wiraraja ayahanda Nambi sakit keras di Lumajang, orang – orang penting Kerajaan Majapahit datang untuk menjenguknya. Salah satu dari rombongan tersebut adalah Adipati Lasem atau “Ra Lasem“, seorang loyalis Raden Wijaya yang membantu dalam pendirian Kerajaan Majapahit. Sayangnya Jayanegara, raja yang memimpin Majapahit pada masa itu terhasut oleh omongan Mahapati, bahwa Nambi sedang merencanakan pemberontakan untuk menyerang Kerajaan Majapahit dan sedang menghimpun kekuatan di Lumajang. Jayanegara kemudian mengirim pasukan untuk menggempur Lumajang. Nambi dan pasukannya akhirnya gugur oleh serbuan pasukan Jayanegara termasuk Adipati Lasem yang ikut membela Patih Nambi. Dari sepenggal kisah tersebut bisa disimpulkan bahwa sebelum adanya piagam Singosari tahun 1273 saka atau 1351 Masehi, Lasem sudah ada sebagai suatu daerah berdaulat. Kitab Nagarakertagama juga menyebutkan bahwa Bhre Lasem pertama Duhitendu Dewi merupakan salah satu penguasa dari 11 kerajaan khusus di Jawa. Ia juga menjadi salah satu dari sembilan Dewan Petimbangan Agung Kerajaan Majapahit. Dengan adanya statement ini, bisa disimpulkan bahwa Bhre Lasem mempunyai peranan istimewa di Kerajaan Majapahit. Bila kerajaan – kerajaan lain taklukan Majapahit diatur dalam undang – undang kerajaan Majapahit, berbeda dengan ke sebelas kerajaan yang dikuasakan kepada kerabat raja Majapahit. Kesebelas kerajaan ini merupakan penopang Kerajaan Majapahit baik dalam sisi sosial, ekonomi dan politik bagi keberlangsungan imperium Majapahit di Nusantara. Sebelas kerajaan dalam Piagam Singosari tahun 1351 M : Kerajaan Daha Kerajaan Wengker Kerajaan Mataun Kerajaan Lasem Kerajaan Pajang Kerajaan Paguhan Kerajaan Kahuripan Kerajaan Singasari Kerajaan Mataram Kerajaan Wirabhumi Kerajaan Pawanukan Kedelapan Dewan Pertimbangan Agung Kerajaan Majapahit : Hayam Wuruk sebagai Ketua Tribuana Tunggadewi Sri Kerta Wardhana Sri Wijaya Rajasa Duhitendu Dewi Sri Rajasa Wardhana Bhre Pajang Dyah Wiyat Sri Rajadewi Pada masa transisi kekuasaan keluar piagam Waringin Pitu 1464 M. Di dalam prasasti tersebut tidak menyebutkan Karajaan Lasem sebagai bagian dari Kerajaan Majapahit. Namun, pada tahun 1466 ketika Bhre Pandan Salas naik tahta Majapahit, Lasem kembali tercatat menjadi kerajaan vassal Majapahit. Penambahan dan penghapusan kerajaan vassal di Majapahit mengindikasikan bahwa terjadi ketidakstabilan konstilasi politik di kerajaan Majapahit.