У нас вы можете посмотреть бесплатно Damkar Semprot Abu Vulkanik di Gladak Perak, Akses Dibersihkan Pasca Erupsi Semeru или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di PlayStore atau AppStore untuk mendapatkan pengalaman baru. WARTAKOTALIVE.COM, Lumajang -- Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk membersihkan tumpukan abu vulkanik yang menyelimuti kawasan Gladak Perak, Kecamatan Candipuro, Lumajang, pada Jumat pagi. Erupsi Gunung Semeru yang terjadi sehari sebelumnya meninggalkan endapan abu tebal di sepanjang jalan utama dan fasilitas umum di sekitar wilayah tersebut, membuat permukaan licin dan membahayakan aktivitas warga maupun petugas. Sejak pagi, mobil-mobil Damkar bergantian menyemprotkan air ke badan jalan, jembatan, dan ruang publik yang tertutup abu. Percikan air bercampur debu seketika membentuk lumpur tipis yang kemudian disapu oleh petugas lain untuk memastikan permukaan jalan kembali dapat diakses dengan aman. Upaya ini menjadi langkah mendesak mengingat abu kering mudah beterbangan dan berpotensi mengganggu pernapasan serta mengurangi jarak pandang. Pembersihan dilakukan secara bertahap karena sejumlah titik di Gladak Perak termasuk dalam zona yang paling terdampak lontaran material ringan dari Semeru. Kondisi permukaan jalan yang licin membuat petugas harus bekerja perlahan dan menggunakan perlengkapan keselamatan lengkap, mulai dari masker, helm, hingga pelindung mata. Di beberapa titik, abu terlihat menumpuk hingga beberapa sentimeter, terutama di bagian jalan yang mengarah ke pemukiman warga. Kepala tim Damkar setempat menjelaskan bahwa penyemprotan dilakukan bukan hanya untuk membersihkan akses, melainkan juga menekan risiko penyebaran abu ke area pemukiman. “Kalau dibiarkan kering, abu akan mudah terangkat angin dan membahayakan warga, terutama yang memiliki gangguan pernapasan,” ujarnya. Berita Selengkapnya klik tautan di bawah ini : https://wartakota.tribunnews.com/video Penulis dan VO: Joanita Ary Editor Video: Galih Lungit Uploader: Galih Lungit #beritajakarta #beritaviral #wartakota