У нас вы можете посмотреть бесплатно RUMAH NENEK SELALU RAMAI BAHKAN TENGAH MALAM | MISTERI HANTU или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
" RUMAH NENEK SELALU RAMAI BAHKAN TENGAH MALAM " Sejak kecil, aku selalu senang pulang ke rumah nenek di desa. Rumah kayu tua itu berdiri di ujung jalan tanah, dikelilingi pohon mangga, pisang, dan satu pohon beringin besar yang katanya sudah ada sebelum desa ini punya nama. “Rumah nenek memang selalu ramai,” kata ibu sambil tersenyum setiap kali kami datang. Aku mengira yang dimaksud adalah saudara, tetangga, atau anak-anak yang sering main ke sana. Aku baru sadar… maksudnya jauh berbeda. Siang hari, rumah nenek terasa hangat. Bau kayu tua bercampur aroma teh manis dan kue cucur yang baru diangkat dari wajan. Nenek selalu duduk di kursi goyangnya, menyulam atau sekadar menatap halaman. Tapi ada satu kebiasaan nenek yang aneh. Setiap sore, tepat sebelum magrib, nenek akan menata lebih banyak gelas dan piring dari jumlah orang di rumah. “Nek, kenapa gelasnya banyak banget?” tanyaku suatu hari. Nenek tersenyum tanpa menatapku. “Biar semua kebagian.” “Semua siapa?” Nenek hanya mengelus kepalaku. “Kamu nanti juga ngerti.” Malam pertama aku menginap sendirian di kamar belakang—kamar yang paling jarang dipakai—aku terbangun oleh suara ramai. Bukan suara televisi. Bukan suara orang ngobrol jelas. Lebih seperti… bisikan banyak orang yang bercampur, seolah ruang tamu penuh tamu tapi suaranya ditahan. Aku melirik jam dinding. 00.17 Aku keluar kamar, mengintip dari balik pintu. Ruang tamu kosong. Lampu temaram menyala. Kursi-kursi kayu tersusun rapi. Tapi gelas-gelas di meja… sudah terisi air, padahal aku yakin nenek belum bangun. Lalu aku mendengar suara kursi bergeser. Sejak kecil, aku selalu senang pulang ke rumah nenek di desa. Rumah kayu tua itu berdiri di ujung jalan tanah, dikelilingi pohon mangga, pisang, dan satu pohon beringin besar yang katanya sudah ada sebelum desa ini punya nama. “Rumah nenek memang selalu ramai,” kata ibu sambil tersenyum setiap kali kami datang. Aku mengira yang dimaksud adalah saudara, tetangga, atau anak-anak yang sering main ke sana. Aku baru sadar… maksudnya jauh berbeda. Siang hari, rumah nenek terasa hangat. Bau kayu tua bercampur aroma teh manis dan kue cucur yang baru diangkat dari wajan. Nenek selalu duduk di kursi goyangnya, menyulam atau sekadar menatap halaman. Tapi ada satu kebiasaan nenek yang aneh. Setiap sore, tepat sebelum magrib, nenek akan menata lebih banyak gelas dan piring dari jumlah orang di rumah. “Nek, kenapa gelasnya banyak banget?” tanyaku suatu hari. Nenek tersenyum tanpa menatapku. “Biar semua kebagian.” “Semua siapa?” Nenek hanya mengelus kepalaku. “Kamu nanti juga ngerti.” Malam pertama aku menginap sendirian di kamar belakang—kamar yang paling jarang dipakai—aku terbangun oleh suara ramai. Bukan suara televisi. Bukan suara orang ngobrol jelas. Lebih seperti… bisikan banyak orang yang bercampur, seolah ruang tamu penuh tamu tapi suaranya ditahan. Aku melirik jam dinding. 00.17 Aku keluar kamar, mengintip dari balik pintu. Ruang tamu kosong. Lampu temaram menyala. Kursi-kursi kayu tersusun rapi. Tapi gelas-gelas di meja… sudah terisi air, padahal aku yakin nenek belum bangun. Lalu aku mendengar suara kursi bergeser. Yuk, ikuti cerita lainnya jangan lupa like and subscribe :) #ceritahoror #kartun #ceritamistery #ceritahorrorstory #animasi #ceritarakyat #film #ceritanyata #horror #animasianak #ceritaanak #animasihorror #rjl5 #hirotadaradifan #lenteramalam #malamkeramat #vedioviral #yotube #yuotubeviral