У нас вы можете посмотреть бесплатно Bhagavad Gita 05.27-29: Bagaimana Mengembangkan Mata Ketiga & Bebas dari Rasa Takut или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Kajian Bhagavad Gita dalam Hidup Sehari-Hari memasuki Percakapan 05: Ayat 27 - 29 , dengan pokok pembahasan utama "Bagaimana Mengembangkan Mata Ketiga & Bebas dari Rasa takut". Setiap orang bisa memiliki mata ke tiga dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengolah informasi secara tepat. Mata ke tiga juga berarti bisa melihat secara utuh. Untuk inilah neocortex butuh dikembangkan. Keinginan, marah, dan takut merupakan satu kesatuan. Ketiganya berkembang karena belum berkembangnya mata ke tiga. Dengan memberikan anak sebagaimana yang diinginkan tidak mendidik anak kita. Berikan tugas atau pekerjaan baru diberikan permintaannya. Dengan demikian sejak kecil kita bisa membudayakan kerja baru dapat yang diinginkan, tidak gratis. Anand Krishna (https://www.anandkrishna.org) Bhagavad Gita dalam Hidup Sehari-Hari Percakapan 05: Ayat 27 - 29 (https://www.bhagavadgita.or.id) -- Bila Anda merasakan manfaat dari Video ini. Dukung agar tetap GRATIS dengan melakukan donasi ke https://www.anandashram.or.id/donasi -- TENTANG ANAND KRISHNA Bangga dengan akar budayanya dari peradaban Sindhu, Indus, atau Hindia, Anand Krishna lahir di Indonesia, yang oleh Śukā Nādi (lontar/tulisan kuno oleh Resi Śukā) telah dinyatakankan sebagai Karma-Bhūminya (tempat ia berkarya). Dr. Rajendra Prasad, Presiden India yang pertama, ketika melihat Krishna kecil menyatakan, “Anak ini bukan anak biasa”. Ucapan itu menjadi kenyataan. Tinggi menjulang bagaikan Gunung Meru yang legendaris, Anand Krishna tak bergeming seinci pun dari jalan hidup yang ditempuhnya, terlepas dari berbagai cobaan dan guncangan yang dihadapinya. Selain Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) sebagai organisasi induk, Anand Krishna juga telah menginspirasi beberapa lembaga sosial dan pendidikan lainnya. Presiden ke-4 Indonesia, K.H. Abdurrahman Wahid, mengakui kontribusinya dan berkata, “Bila kita ingin mendapatkan kedamaian, maka kita harus mendengar apa yang dikatakan Anand Krishna”. Hingga kini Anand Krishna telah memiliki warisan adiluhung hampir 170 judul buku yang sudah tersebar lebih dari 1.5 juta eksemplar dalam 20 tahun terakhir. Banyaknya orang dari berbagai latar kepercayaan yang menghadiri ceramah-ceramah dan sesi meditasinya adalah salah satu bukti nyata perwujudan visinya tentang “Satu Bumi, Satu Langit, Satu Kemanusiaan”. Saat diperkenalkan di Konvensi Guru Sangamam, Pertemuan para Pemandu Spiritual di New Delhi - India, 12 April 2012 KUNJUNGI WEBSITE KAMI http://www.anandkrishna.org http://www.anandashram.or.id http://www.ubudashram.org