У нас вы можете посмотреть бесплатно Kenapa Penyumbang Emas Monas Justru Dipenjara? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Setiap hari Monumen Nasional berdiri megah di jantung Jakarta dengan lidah api emas yang bersinar. Namun muncul satu pertanyaan besar: siapa sebenarnya penyumbang emas di puncak Monas, dan mengapa namanya sempat hilang dari sejarah Indonesia? Video ini membahas kisah Teuku Markam , saudagar asal Aceh yang disebut menyumbangkan sekitar 28 kilogram dari total 38 kilogram emas Monas . Ia bukan hanya pengusaha kaya, tetapi juga mantan prajurit dan tokoh yang dekat dengan Presiden Soekarno dalam proyek pembangunan nasional. Kontribusinya menjadikan Monas bukan sekadar monumen, tetapi simbol harga diri bangsa. Namun sejarah berubah arah setelah 1965. Lanskap politik berganti, dan Markam yang dulu berada di lingkar kekuasaan justru dituduh tanpa proses hukum yang jelas, dipenjara, serta kehilangan hampir seluruh kekayaannya. Namanya perlahan tenggelam dari narasi resmi pembangunan Indonesia selama puluhan tahun. Apakah ini sekadar dampak pergolakan politik, atau ada cerita lain di baliknya? Mengapa sosok yang memberi begitu banyak justru terlupakan?