У нас вы можете посмотреть бесплатно Kasat dan kanit Narkoba Polres Toraja Utara Diperiksa, Diduga Terima Setoran dari Bandar Narkoba или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#rino Video Editor : Rino Syahril Isu dugaan setoran dari bandar narkoba kembali mengguncang internal kepolisian. Kali ini terjadi di Sulawesi Selatan. Saat ini Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan tengah memeriksa dua perwira di jajaran Polres Toraja Utara terkait pengakuan mengejutkan seorang pemilik sabu. Keduanya adalah Kasat Resnarkoba berinisial AKP E dan Kanit Resnarkoba Aiptu N. Pemeriksaan dilakukan setelah muncul dugaan adanya aliran dana rutin dari bandar sabu kepada oknum aparat. Kasus ini mencuat setelah seorang pria berinisial ET ditangkap oleh personel Satresnarkoba Polres Tana Toraja. Dari tangan ET, polisi mengamankan narkotika jenis sabu seberat 100 gram. Namun dalam proses pemeriksaan, ET membuat pengakuan yang mengubah arah kasus. Ia menyebut adanya setoran uang senilai kurang lebih 13 juta rupiah per minggu kepada oknum polisi di Polres Toraja Utara. Bahkan, menurut pengakuannya, praktik setoran tersebut telah berlangsung sejak September 2025. Pengakuan itu langsung menjadi perhatian serius internal kepolisian. Kabid Propam Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Zulham Effendy, membenarkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan melakukan Penempatan Khusus (Patsus) terhadap AKP E dan Aiptu N. Meski demikian, keduanya belum ditetapkan sebagai tersangka. Pemeriksaan intensif masih terus berlangsung untuk mendalami sejauh mana keterlibatan masing-masing dan bagaimana pola dugaan aliran dana tersebut. Zulham menyatakan, Propam tidak akan mentolerir anggota yang terlibat dalam peredaran narkoba. Apalagi jika benar ada praktik setoran rutin yang justru melindungi jaringan peredaran sabu. "Intinya tidak ada tempat untuk oknum main-main apalagi persoalan narkoba," tegas Zulham. Kasus ini menjadi ujian integritas bagi institusi kepolisian di Sulawesi Selatan. Jika dugaan tersebut terbukti, bukan hanya sanksi disiplin yang menanti, tetapi juga jerat pidana. Publik kini menanti hasil pemeriksaan Propam. Transparansi dan ketegasan penegakan hukum menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: YouTube: / @tribunpekanbaruofficial Facebook: / tribunpekanbarufanspage Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ... TikTok: / tribunpekanbaru Instagram: / @tribunpekanbaru