У нас вы можете посмотреть бесплатно Setelah di Puncak Bogor, Dedi Mulyadi Tegas Pimpin Bongkar Bangunan Liar di Bantaran Sungai Bekasi или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memimpin pembongkaran 60 bangunan liar yang berdiri di bantaran Kali Sepak, Desa Srimukti dan Desa Srijaya, Tambun Utara, pada Jumat (14/3/2025) pagi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya normalisasi sungai untuk mencegah banjir yang sering melanda kawasan tersebut. Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Srijaya, Sofyan Hadi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi dan didampingi oleh Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang. Sofyan menyebutkan bahwa dalam proses pembongkaran ini, sebanyak 40 alat berat ekskavator dikerahkan untuk menertibkan bangunan yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Sepak. Ia juga menambahkan bahwa petugas dari berbagai instansi turut dilibatkan dalam operasi ini, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Barat dan Kabupaten Bekasi, personel Polsek Tambun Selatan, serta Koramil 01/Tambun. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa dua ekskavator telah siap beroperasi di Desa Srimukti dan Desa Srijaya, dekat lampu merah pintu Tol Gabus. Puluhan anggota Satpol PP Kabupaten Bekasi, pegawai Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Bekasi, serta perangkat desa juga telah hadir di lokasi. Namun, hingga berita ini diturunkan, Gubernur Dedi Mulyadi dan Bupati Ade Kuswara belum tampak di lokasi pembongkaran. Sebelumnya, pada Rabu (12/3/2025), Gubernur Dedi Mulyadi telah meninjau langsung kondisi Kali Sepak untuk melihat pengerukan dan pelebaran sungai. Dalam peninjauan tersebut, ia menemukan bahwa sungai dipenuhi sampah serta bangunan liar yang mempersempit aliran air. Ia menyampaikan bahwa banjir di kawasan tersebut tidak hanya disebabkan oleh masalah di hulu, tetapi juga oleh kondisi hilir yang terhambat akibat penumpukan sampah dan bangunan liar. Dedi menilai bahwa ruang bagi air semakin sempit sehingga menyebabkan air meluap dan memicu banjir. Ia menyebutkan bahwa kondisi seperti itu membuat banjir menjadi hal yang wajar terjadi. Dengan langkah pembongkaran ini, pemerintah berharap dapat mengurangi risiko banjir dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi warga sekitar. Upaya pembongkaran bangunan liar ini menjadi bagian dari program berkelanjutan untuk menjaga kelestarian sungai dan mencegah bencana alam di masa depan. ve:Rehan #dedimulyadi #kangdedimulyadi #kangdedimulyadichannel #kdm #kdmchannel #pembongkaran #bekasi #bantaransungai #pinggiransungai #cegahbanjir #banjirbekasi #walikotabekasi