У нас вы можете посмотреть бесплатно TAMAN YANG TERLUPAKAN dan Kemegahan Gedung Bergaya Neo-Renaissance Italia (Karya J. Berger) 1920 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Sisi Lain Kota Bandung: Taman yang Terlupakan dan Kemegahan Gedung Bergaya Neo-Renaissance Italia (Karya J. Berger) 1920 Menghabiskan Minggu sore di pusat Kota Bandung memberikan pengalaman yang kontras. Perjalanan kali ini membawa saya menyusuri jejak hijau di Pet Park, Taman Kandaga, dan Taman Lansia, hingga mengagumi keajaiban arsitektur klasik di Kantor Pos dan Gedung Sate. 1. Nafas Ekologi yang Terlupakan Setelah hujan reda, suasana di Pet Park, Taman Kandaga, dan Taman Lansia terasa begitu senyap—pengunjungnya bisa dihitung dengan jari. Aroma tanah basah menyeruak di antara jalan setapak sempit yang hanya cukup dilewati dua orang berdampingan. Di sini, Sungai Cihapit mengalir membelah tapak taman, bersanding dengan kolam retensi yang tenang. Namun, ada kesan yang tertangkap: taman-taman ini seolah lebih difungsikan sebagai paru-paru ekologi dan penjaga hidrologi kota ketimbang ruang publik untuk rekreasi atau kesehatan mental. Tanpa adanya plaza luas atau lapangan terbuka, ruang gerak terasa terbatas. Sayangnya, kondisi di dalam taman tampak kurang terawat dan sedikit kumuh. Kehadiran warung-warung makan di area taman justru menyisakan pemandangan yang kurang sedap dipandang dari arah jalan, mengurangi kenyamanan bagi siapa pun yang ingin sekadar singgah. 2. Simfoni Ruang di Gedung Pos Indonesia Kontras dengan suasana taman yang muram, langkah saya terhenti di depan Gedung Pos Indonesia. Bangunan ikonik bergaya Neo-Renaissance Italia, peninggalan tahun 1920 (masa Indische Kolonial) ini benar-benar sebuah mahakarya yang mengagumkan. Begitu memasuki area lobby, mata langsung dimanjakan oleh permainan layering bukaan yang jenius. Mulai dari fasad bangunan, teras, hingga void megah pada tangga utama, semuanya menciptakan atmosfer ruang yang mengundang sekaligus berwibawa. Arsitekturnya menawarkan keteraturan yang presisi, namun di saat yang sama menyimpan kompleksitas dan misteri yang mempesona. Sebuah perpaduan ruang yang benar-benar magis. Gaya Neo-Renaissance Italia memiliki ciri-khas: Deretan Arkade (Lengkungan): Penggunaan lengkungan setengah lingkaran (arch) yang berulang pada fasad bangunan adalah elemen kunci arsitektur Renaissance. Pilar-Pilar Klasik: pilar-pilar ganda yang mendukung arkade, memberikan kesan megah dan kokoh seperti bangunan-bangunan klasik di Eropa. 3. Wajah Baru Sang Ikon: Akulturasi di Gedung Sate Perjalanan berakhir di gerbang baru Gedung Sate, sebuah inisiasi dari Kang Dedi Mulyadi (KDM). Ada sentuhan unik yang tertangkap di sini: gerbang yang megah dengan gaya Candi Bentar khas Nusantara. Melihatnya bersanding dengan kemegahan Gedung Sate yang bergaya Neo-Renaissance (Indische Kolonial) memberikan kesan eklektik yang berani. Ini adalah sebuah eksperimen visual yang menarik, di mana elemen tradisional dan kolonial bertemu dalam satu bingkai, menutup penelusuran sore itu dengan refleksi tentang bagaimana identitas kota terus bersolek. Rute di Google Map https://www.google.com/maps/d/viewer?... Subscribe bila menyukai video di channel ini. / walkingstories Tuliskan rekomendasi kawasan di baris komentar. Manfaat video di channel ini bagi penonton Jalan-jalan secara virtual untuk meredakan ketegangan/stres Relaksasi dari rutinitas sehari-hari Eksplorasi virtual dan memperluas peta kognitif terhadap Kota Bandung Informasi kawasan kos/indekos mahasiswa di Bandung Informasi situasi dan kondisi perumahan di Bandung Informasi rumah dijual atau tanah dijual di Bandung Informasi tempat makan enak dan situasi/kondisi kawasan sekitarnya Video di channel ini direkam dengan salah satu dari gadget di bawah ini: Iphone 11 4K 25 fps. DJI Pocket 2 atau 3 4K 25 fps. Gopro 10 Black 4K 25 fps. Instagram / walking.stories.bdg Twitter / walking_stories #walkingtour #virtualtour #explorebandung #reallife #reallifeindonesia #gangdibandung #kehidupandibandung #asmr