У нас вы можете посмотреть бесплатно TAK MINTA MAAF! Warga Cidahu Sukabumi Ogah Kasus Pengrusakan Bangunan Dibawa ke Kepolisian или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM-Forkopimcam Cidahu buka suara perihal pengrusakan bangunan di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat yang digunakan sebagai aktivitas keagamaan. Lewat video yang dibagikan Minggu (30/6/2025), tidak ada pernyataan maaf dari poin-poin yang dibacakan atas pengrusakan bangunan tersebut. Ada enam poin yang dibacakan dalam pernyataan pengrusakan bangunan di Cidahu. Namun tidak ada poin permintaan maaf atas pengrusakan bangunan yang sempat viral di media sosial itu. Poin pertama ialah mengungkapkan situasi dan kondisi di wilayah Kecamatan Cidahu kondusif dan mereka siap memelihara Kamtibmas keamanan di wilayah Kecamatan Cidahu. Kemudian mereka juga memastikan peristiwa serupakn tidak akan terulang kembali. Meski tidak meminta maaf, di poin ketiga mereka meminta kasus tersebut jangan sampai lanjut ke proses hukum dan diharapkan diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat. Pada poin keempat, mereka mengaku siap untuk mengganti kerusakan dan memperbaiki rumah tersebut. Meski aksi pengrusakan mendapatkan kecaman masyarakat, warga Cidahu tetap kukuh bahwa bangunan tersebut dilarang difungsikan sebagai rumah ibadah. Forkopimda juga menampik bahwa insiden tersebut merupakan pengrusakan tempat ibadah. Sebelumnya viral pengrusakan bangunan yang diduga digunakan sebagai rumah ibadah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan menengahi konflik penggerudukan gereja di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. Dedi Mulyadi pun langsung bertemu dengan pemilik bangunan tersebut pada Senin (30/6/2025). Pemilik bangunan menampik bahwa bangunan yang dirusak warga adalah gereja. Adapun kata pemilik bangunan, bahwa rumah tersebut merupakan rumah pribadi yang kerap dikunjungi oleh umat Kristen dari berbagai daerah untuk menenangkan diri. Pasalnya kondisi Cidahu, Sukabumi yang sejuk cocok untuk umat menenangkan diri dari hiruk pikuk duniawi. Lantaran banyak umat Kristen yang datang untuk pemulihan jiwa, maka kerap ada ritual dan doa-doa di rumah tersebut. Hal itu kemudian disalahpahamkan oleh warga yang menuduh rumah tersebut menjadi gereja. “Rumah itu peruntukannya tetap rumah pribadi yang didatangi umat dari berbagai daerah untuk menenangkan diri,” ucap pemilik bangunan. Dedi Mulyadi pun lantas mengaku akan ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk menengahi konflik keagamaan tersebut. Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa warga Jawa Barat harus hidup tentram dan berdampingan. “Intinya itu rumah bukan gereja, namun terkadang karena berkumpul maka sering ada kegiatan ritual untuk pembinaan mental. Jawa Barat harus tentrem ayem,” jelas Dedi Mulyadi. Editor Video: Fransisca Ellen Uploader: Dimas HayyuAsa #viral #viraldimediasosial #viralvideo #sukabumi #jawabarat #perusakan