У нас вы можете посмотреть бесплатно MUTIARA RAMADHAN | Ramadhan & Penyucian Hati: Amalan Istimewa dengan Pahala Tanpa Batas” или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM - Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Sahabat Nahdiyin Channel PCNU Surabaya yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala. Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini kita patut bersyukur kepada Allah karena kita sekarang berada di bulan Ramadhan. Kebetulan ini kita berada di awal bulan Ramadhan. Artinya masih dua hari di awal, sehingga otomatis insya Allah semangat kita ini masih menggebu-gebu. Bukan hanya di awal saja, melainkan sampai akhir dari bulan Ramadhan. Insya Allah kita akan senantiasa semangat terus menjalankan ibadah puasa. Dan kita berdoa kepada Allah semoga diberikan kelancaran, kesehatan, sehingga kita dapat menunaikan ibadah puasa dengan sesempurna mungkin. Pemirsa yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala, Ramadhan itu lintas giat atau lintas giat bulu. Ramadhan bermakna bisa mensucikan atau membersihkan hati kita. Kemudian kalau kita ingat lagi daripada ayat Al-Qur’an tentang diwajibkannya puasa atau seruan dari Allah subhanahu wa ta'ala yang berbunyi, sampai pada dua ayat yang paling membuat kita senantiasa semangat beribadah, di situ Allah mengatakan bahwa siapa yang melakukan kebaikan maka kebaikan itu untuk dirinya. Kemudian perihal perintah puasa pun, jika tidak ada uzur maka bagaimana caranya kita tetap menyempurnakan puasa kita, khususnya puasa Ramadhan. Karena poin utama dari pembahasan di dalam surat Al-Baqarah tentang kewajiban puasa adalah supaya kita menjadi pribadi yang semakin bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Pemirsa yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala, Ada satu kitab bernama yang pada sore hari ini kami buat referensi, karangan dari Syekhul Imam Al-Hafidz Zainuddin Abdul Faraj Abdurrahman Al-Hambali Ad-Dimasyqi. Kitab ini sangat menurut saya menggambarkan kita sekali supaya kita ini lebih semangat untuk beramal saleh di dalam bulan Ramadhan. Yang kita ketahui, di dalam bulan Ramadhan dilipatgandakan setiap amal baik. Dalam hadis di dalam kitab Lathaiful Ma’arif dijelaskan bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa setiap amal ibadah anak cucu Adam, artinya manusia, amal tersebut kembali kepada dirinya. Bahkan khusus umat Baginda Muhammad shallallahu alaihi wasallam, setiap amal kebaikan itu dikatakan oleh Nabi satu kebaikan dibalas sepuluh. Tentu ini berdasarkan dari ayat: Man jaa’a bil hasanati falahu ‘asyru amtsaliha. Siapa yang mendatangkan satu kebaikan maka bagi dirinya sepuluh kali lipat dari kebaikan yang ia lakukan. Kemudian dilipatgandakannya pahala itu bukan hanya stagnan di angka sepuluh saja. Bahkan dalam ayat Al-Qur’an beberapa referensi mengatakan sampai pahala yang dilipatgandakan itu sampai tujuh ratus. Tentu kita ketahui juga dalam surat Al-Baqarah yang pada intinya satu benih yang kita tabur dilipatgandakan tujuh, dan dari tujuh itu setiap hasilnya berkelipatan seratus. Bahkan ada satu hadis yang mengatakan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam menisbatkan satu nama pada bulan Ramadhan, yaitu syahrus shabr, bulan kesabaran. Artinya setiap hamba harus mencoba melaksanakan kesabaran. Kemudian ada penguat dari hadis riwayat Tirmidzi yang mengatakan bahwa puasa itu separuh dari kesabaran. Tentu bukan main artinya. Orang yang berpuasa itu sudah siap untuk menjalankan ibadah dengan kesempurnaannya. Ini termasuk bagian dari puasa. Karena orang yang berpuasa merasakan lapar dan haus. Dari ayat ini juga menandakan bagaimana seorang yang berpuasa meningkatkan daya kesabarannya. Di dalam kitab Lathaiful Ma’arif disebutkan bahwa kesabaran dibagi menjadi tiga. Sabar dalam ketaatan, sabar menjauhi syahwat ketika berpuasa, dan sabar terhadap rasa lapar dan haus yang dirasakan oleh orang yang berpuasa. Inilah yang ada dalam puasa. Tentu makan dan minum itu hal yang kita sukai. Tetapi dalam keadaan puasa itu menjadi pantangan bagi seorang hamba. Karena satu janji yang pasti dari Allah, walaupun janji tersebut belum ia lihat secara kasat mata. Itulah pemirsa yang dirahmati Allah subhanahu wa ta'ala. Kita bermunajat kepada Allah semoga di awal-awal bulan Ramadhan ini kita diberikan kemudahan, kelancaran, dan kesehatan sampai kita bisa menyempurnakan ibadah puasa kita. Dan harapan kita semoga kita mendapatkan lailatul qadar. Itu saja yang dapat kami sampaikan. Mohon maaf jika sedikit panjang dari apa yang kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Editor Video: Ahmad Faiz Faqih (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur