У нас вы можете посмотреть бесплатно Menyelami Kematian Setengah Hari | Ustadz Ammi Nur Baits или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
MENYELAMI KEMATIAN SETENGAH HARI Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى 🗓️ Kamis, 22 Januari 2026 🏢 Masjid Al Hidayah, Purwosari, Yogyakarta بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Pembahasan kajian hari ini buku Bilaku Mati yakni perihal menyelami kematian setengah hari, berawal dari motivasi pasca membaca Kitab Tadzkirah Al-Qurthubi merujuk pada kitab fenomenal karya Imam Al-Qurthubi, maka perlu ada buku yang membahas seputar kematian yang dilengkapi dengan dalil-dalil yang shahih. Tujuan utama dari pembahasan buku ini adalah ; 1. Meluruskan pemahaman di tengah masyarakat terkait kematian karena kematian sangat erat kaitannya dengan budaya, semisal keyakinan bahwa arwah kembali ke dunia saat bulan Ruwah (Sya'ban) adalah bagian dari tradisi Jawa (Ruwahan/Nyekar) yang bertujuan mengenang leluhur dengan mendoakan mereka, kemudian upacara ritual di makam atau lokasi mayyit meninggal dengan menyediakan makanan atau sajen dengan keyakinan bahwa arwah mayyit itu dapat kembali ke dunia di waktu tertentu, sehingga muncul amalan ritual tertentu karena keyakinan tersebut Dalam perkara aqidah maka kesampingkan faktor budaya jangan sampai budaya dijadikan sebagai agama, karena sumber rujukan yang benar perihal aqidah adalah Al Quran dan Hadits-Hadits yang shahih. 2. Mengingat kematian menjadi faktor besar bagi hamba untuk bisa lebih waspada ketika berinteraksi dengan dunia, mengingat mati adalah ibadah yang sangat dianjurkan. عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ. Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Rasulullah ﷺ bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi). Seseorang jika lupa dengan kematian akan asal-asalan dalam hidupnya tidak peduli perbuatannya halal atau haram sehingga seolah-olah hidupnya masih panjang, perkara ini dijelaskan Allah سبحانه و تعالى dalam Surat al-Humazah وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ Artinya: 1. Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُۥ 2. yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُۥ 3. dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, Mengingat kematian bisa dilakukan dengan mengetahui keadaan kehidupan pasca kematian atau berziarah kubur, ziarah kubur mengingatkan kita akan akhirat sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut : زوروا القبور ؛ فإنها تذكركم الآخرة “Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkanmu akan akhirat” (HR. Ibnu Maajah no.1569) wallahu'alam Youtube : • Menyelami Kematian Setengah Hari | Ustadz ... Facebook : / ustadzamminurbaits #kematian #aqidah #akhirat #dunia