У нас вы можете посмотреть бесплатно Hakim Danish mengaku ingin kejar Veda Ega Pratama agar satu podium. begini komentar malaysia или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Target Saya Kejar Indonesia. Hakim Danish mengaku target moto3 dirinya adalah kejar Veda Ega Pratama agar bisa satu podium. inilah komentar warga malaysia — Hakim Danish mengaku ingin kejar Veda Ega Pratama agar satu podium. begini komentar malaysia ________ Hallo Guys, Selamat datang di Informasi. kali ini kita akan membahas tentang, Pembalap muda asal Malaysia, Hakim Danish, harus puas mengakhiri balapan seri pembuka Moto3 2026 di luar zona poin. Dalam balapan yang berlangsung di Chang International Circuit, ia finis di posisi ke-18. Danish hanya mampu berada satu posisi di depan pembalap debutan lain, Zen Mitani dari Honda Team Asia. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembalap berusia 18 tahun itu masih harus beradaptasi dengan ketatnya persaingan di ajang Moto3 World Championship. Sebelumnya, Danish sudah sempat merasakan atmosfer kejuaraan dunia saat tampil sebagai wildcard dan pembalap pengganti pada musim lalu. Saat itu ia menggantikan pembalap Jepang Ryusei Yamanaka yang mengalami cedera di tim MSI Racing. Namun dari rangkaian sesi latihan bebas, kualifikasi, hingga balapan di Buriram, performa Danish masih tertinggal cukup jauh dari pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama. Padahal keduanya sama-sama memiliki latar belakang dari ajang pembinaan balap Red Bull MotoGP Rookies Cup. Meski demikian, Danish menegaskan bahwa ia tidak ingin terlalu lama memikirkan hasil balapan yang telah berlalu. Ia memilih untuk tetap fokus mengejar target besar pada musim perdananya di Moto3. “Dalam mentalitas saya, memang saya ingin meraih podium itu. Saya akan bekerja keras dan berharap hal itu bisa tercapai secepat mungkin,” ujar Danish. Ia bahkan secara terbuka menyatakan ambisinya untuk mengejar performa Veda Ega Pratama di lintasan. “Saya akan mencoba mengejar Veda Pratama! Bukan tidak mungkin mencapai target satu podium tahun ini!” tambahnya. beginilah tanggapan warga malaysia mengenai pernyataan Hakim Danish : “Yang penting ambil poin dulu, urusan podium itu bonus. Kenali dulu karakter motor dan gaya balap, tidak gampang bisa bersaing di level Moto3.”. “Kalau punya target tapi kurang konsisten, bisa gagal juga. Semoga kamu akan lebih yakin dan agresif di dalam lintasan LPS Raya nanti. Jangan khawatir motor tergores.”. “Kejar Veda dan Uriate dulu. Jangan terlalu dibesar-besarkan. Nanti malah malu.”. “Memang tidak perlu menoleh ke belakang. Sudah tidak ada orang. Lihat saja ke depan, masih banyak yang harus dikejar.”. “Kemampuan Hakim Danish hampir menyamai Veda. Kalau Veda bisa masuk lima besar, Hakim Danish juga bisa melakukannya. Hanya perlu sedikit waktu dan kematangan.”. “Bukan hanya Hakim Danish yang mengakui bahwa Veda Ega Pratama sangat cepat di tikungan dengan gaya late braking, yaitu masuk terlambat dan keluar cepat. Pembalap Eropa dengan motor yang memiliki kecepatan puncak lebih tinggi dari tim papan atas saja harus bekerja sama dan mengunci racing line untuk menghambat Veda Ega Pratama. Bintang Asia mulai bersinar.”. “Berat badan perlu dikurangi dan tetap berlatih dengan gaya late braking karena pembalap Eropa juga menikmati gaya berkendara seperti itu. Contohnya Veda yang bertarung pada lap terakhir, tetap kuat menghadapi tekanan di tikungan. Jadi Hakim Danish juga perlu mengikuti gaya berkendara Veda. Itu bisa memberi dampak positif dalam balapan.”. “Mengapa harus mengejar Veda. Kamu tidak hanya bersaing dengan dua orang saja. Veda ingin bersaing dengan pembalap Eropa. Sesama pembalap ASEAN saja masih bersaing. Jelas kelasnya sudah berbeda jauh.”. “Mengapa kamu sibuk mengejar Veda. Persiapkan dirimu sejak awal. Perbaiki kelemahanmu sendiri. Kamu sudah berada di depan.”. --- Music: Crunchy Leaves by Vlad Gluschenko is licensed under a Creative Commons License. https://creativecommons.org/licenses/... Support by RFM - NCM: https://bit.ly/2xGHypM ---