У нас вы можете посмотреть бесплатно MAJAPAHIT, SITUS KUBU RAJO 1 - STKIP ABDI PENDIDIKAN PAYAKUMBUH или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Narasi Prasasti Kubu RajoPrasasti Kubu Rajo merupakan salah satu peninggalan arkeologis penting dari masa Kerajaan Pagaruyung di Sumatera Barat, Indonesia, yang berkaitan erat dengan Raja Adityawarman pada abad ke-14. Terdapat dua prasasti utama di situs ini—Prasasti Kubu Rajo I dan II—yang ditemukan di Nagari Limok, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar. Prasasti-prasasti ini ditulis dalam bahasa Sansekerta menggunakan aksara Jawa Kuno (Kawi) dan berfungsi sebagai dokumen resmi untuk merekam legasi sejarah, spiritualitas, dan dominasi politik Adityawarman atas wilayah tersebut. Saat ini, kedua prasasti disimpan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta, meskipun salinan atau replika dapat dilihat di lokasi situs aslinya.Prasasti ini terdiri dari 16 baris teks yang dipahatkan pada sebuah batu persegi panjang berwarna kuning-coklat, ditemukan pada tahun 1877 di pinggir jalan antara Batusangkar dan Padang. Narasinya menekankan garis keturunan Raja Adityawarman, mulai dari ayahnya Adwayawarman hingga dirinya sendiri, yang digambarkan sebagai pemimpin suci dengan status dewa-dewa seperti Indra dan Lokesvara. Teori awal oleh ahli seperti N.J. Krom membaca nama situs sebagai "Kubur Raja" (makam raja), tetapi interpretasi modern memperbaiki menjadi "Kubu Rajo" (benteng raja), merujuk pada posisi strategisnya sebagai benteng militer dan pusat administratif. Prasasti ini juga menyebutkan kontribusi Adityawarman dalam pembangunan infrastruktur, seperti bendungan dan irigasi, serta pujian kepada para dewa untuk mendukung legitimasi kekuasaannya. Ini mencerminkan campuran Hindu-Buddha yang kuat di era Majapahit, di mana Adityawarman dikaitkan dengan tradisi tantrik Buddha dan Shaivisme.Prasasti Kubu Rajo IIPrasasti kedua ini lebih singkat, hanya beberapa baris, tapi menampilkan simbol-simbol sakral seperti vajra (tongkat Buddha) dan lingga (simbol Shiva), yang menegaskan afiliasi agama Adityawarman. Ditemukan bersamaan dengan yang pertama, prasasti ini dibuat sekitar 1350-an M dan berfungsi sebagai pelengkap untuk mengonfirmasi hak-hak tanah serta upacara ritual. Narasinya menyoroti pencapaian Adityawarman dalam ekspansi wilayah, termasuk kontrol atas daerah emas di Batanghari, serta perbandingannya dengan pohon wish-granting (kalpataru) untuk melambangkan kemakmuran. Kompleks situs ini juga mencakup tiga batu berjajar lainnya, yang diduga bagian dari monumen serupa, dan terhubung dengan situs-situs lain seperti Ponggongan dan Bukit Gombak. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa prasasti ini tidak hanya catatan sejarah, tapi juga alat propaganda untuk memperkuat otoritas sentral di Minangkabau.Situs Kubu Rajo secara keseluruhan merepresentasikan warisan budaya Minangkabau pasca-Majapahit, di mana Adityawarman memainkan peran kunci dalam integrasi elemen Jawa ke dalam masyarakat lokal. Lokasinya dekat dengan Pagaruyung membuatnya menjadi daya tarik wisata sejarah, meskipun kondisi fisik prasasti rentan rusak karena cuaca tropis. Untuk konteks lebih lanjut, prasasti ini mirip dengan prasasti Saruaso I, yang juga membahas garis keturunan dan kontrak agraria.