У нас вы можете посмотреть бесплатно PDIP Sebut Tragedi Bocah SD di Ngada NTT Kemiskinan Struktural: Harus Jadi Evaluasi Negara или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM- Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDIP, Selly Andriany Gantina, membuka suara soal kasus siswa berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakhiri hidup. Menurut Selly, hal itu adalah potret nyata kemiskinan struktural. Atas insiden tersebut, Selly menegaskan, tragedi ini haru menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah pusat maupun daerah. "Tragedi ini harus menjadi momentum evaluasi serius bagi negara, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan masa depan, bahkan nyawa akibat kemiskinan dan kelalaian sistem," tegas Selly. Menurut Selly pada Rabu (4/2), tragedi ini terjadi akibat kegagapan negara dalam menjamin hak dasar anak atas pendidikan dan kehidupan yang layak. Ia juga menyoroti kondisi keluarga kurang mampu. Yakni, beban ekonomi kerap ditanggung oleh ibu. Sementara anak-anak menjadi kelompok paling rentan yang menerima dampak psikologis dan sosial. Lantas menurutnya, negara tidak boleh menutup mata terhadap realitas ini. Selly mengingatkan, konstitusi telah menempatkan pendidikan sebagai hak dasar setiap warga negara. Namun, apabila akses pendidikan dasar masih menyisakan biaya tidak langsung yang memberatkan rakyat miskin, maka negara belum sepenuhnya hadir. Terkini, Selly mendesak Kementerian Sosial serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk lebih proaktif. Ia mendorong penguatan dan integrasi program perlindungan sosial yang berbasis data lapangan. Yakni, tidak harus menunggu kasus menjadi viral atau menunggu laporan. "Negara tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat, tetapi harus memperkuat kapasitas keluarga miskin, terutama yang memiliki anak usia sekolah, melalui penguatan ekonomi, akses pendidikan yang utuh, dan pendampingan sosial berbasis kebutuhan nyata di lapangan, agar kemiskinan tidak terus diwariskan lintas generasi," imbuhnya. Sebelumnya, kasus YBS viral seusai siswa kelas IV SD itu mengakhiri hidupnya dikarenakan tidak bisa membeli buku dan pena. Selama ini, korban memilih tinggal bersama neneknya, lantaran sang ibu merupakan orangtua tunggal. Pekerjaan sang ibu sebagai petani dan serabutan itu harus mengurusi lima orang anak, termasuk YBS. (Tribun-Video.com) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tragedi Bocah SD di Ngada NTT: Cermin Kebijakan Pendidikan Belum Berpihak pada Kelompok Rentan, https://www.tribunnews.com/regional/7.... Program: Tribunnews Update Host: Adila Ulfa Muna Risna Editor Video: Valencia Frida Uploader: bagus gema praditiya sukirman