У нас вы можете посмотреть бесплатно #371 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Dalam video ini kita membedah beberapa kosakata menarik dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia: cecer, cicir, cecar, serta berlepotan berdasarkan sumber resmi seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kamus Malaysia, dan Kamus Melayu–Inggris karya RJ Wilkinson tahun 1908. 📚 Ternyata ada temuan yang cukup mengejutkan. Dalam Kamus Wilkinson, kata “cecer” sudah tercatat dengan makna yang jelas. Namun dalam Kamus Malaysia modern, bentuk yang muncul justru “cicir” dengan definisi yang sangat mirip. 🤔 Apakah ini sekadar perbedaan ejaan? Ataukah ada kebingungan dalam proses penyusunan kamus? Temuan lain yang tidak kalah menarik adalah kata “lemot” dalam KBBI yang memiliki definisi sangat dekat dengan kata “lepot” dalam Kamus Malaysia. Dari sini muncul pertanyaan linguistik yang cukup unik: apakah sebenarnya kedua kata ini berasal dari akar yang sama, atau hanya kebetulan semantik? Melalui analisis kamus lama dan kamus modern, video ini mencoba melihat bagaimana perubahan ejaan dan proses standardisasi bahasa bisa menimbulkan fenomena menarik dalam dunia leksikografi Malaysia–Indonesia. 🔎 Topik yang dibahas dalam video ini antara lain: Arti cecer, cicir, dan cecar menurut berbagai Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Kamus Malaysia Temuan dalam Kamus Melayu–Inggris RJ Wilkinson (1908) Hubungan makna lemot dan lepot Selamat Menonton Supriadi's Discussion Email: supriadidisyt@gmail.com Instagram: Supriadi's Discussion YT