У нас вы можете посмотреть бесплатно [Kaset 2/3] Beda Nasehat dan Cercaan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
➤ Membongkar Kesalahan Ulama: Nasehat Tulus atau Sekadar Hinaan? – Adab & Manhaj ➤ Jangan Asal Kritik! Inilah Cara Salafus Sholeh Menegur Tanpa Mencela ➤ Nasehat vs Cercaan: Rahasia Menjaga Kehormatan Ulama di Era Fitnah Media Sosial Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Seringkali kita bingung, kapan sebuah kritikan dianggap sebagai nasehat yang mulia dan kapan ia berubah menjadi cercaan yang tercela? Di era media sosial ini, batasan tersebut seringkali kabur. Dalam video ini, kita akan menyelami penjelasan mendalam berdasarkan kitab Ibnu Rajab Al-Hambali mengenai adab dan cara para imam terdahulu (Salafus Sholeh) dalam menerangkan kesalahan pendapat tanpa menjatuhkan kehormatan pelakunya. Kita akan mempelajari mengapa menerangkan kebenaran yang menyelisihi kesalahan adalah perkara yang dicintai para ulama, selama dilakukan dengan dalil syar'i dan adab yang benar,. Video ini sangat penting bagi Thulabul Ilm, aktivis dakwah, para khotib, dan pemuda hijrah agar tetap ilmiah dalam bersikap namun tetap beradab dalam berbicara. Kita akan mengambil pelajaran dari kisah Imam Ahmad, Ibnu Abbas, hingga Imam Syafi'i tentang bagaimana menyikapi perbedaan pendapat dengan hati yang bersih,,. Tonton sampai habis untuk memahami: • Perbedaan niat batin antara ingin menampakkan kebenaran vs ingin menjatuhkan harga diri orang lain,. • Mengapa tokoh Ahlul Bid'ah diperbolehkan untuk diperingatkan (tahdzir) demi menjaga umat,. • Pentingnya memiliki sikap ilmiah dan amaliah di atas Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah,. Jangan lupa untuk Subscribe, Like, dan Share channel / @alustadzjafarumarthalib untuk mendapatkan konten dakwah ilmiah lainnya. Bahan Muraja'ah: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dalam 2-3 kalimat berdasarkan kajian yang diberikan. 1. Jelaskan perbedaan mendasar antara "memberi nasihat" dan "cercaan" ketika mengomentari kesalahan pendapat seorang ulama. 2. Sebutkan dan jelaskan dua aspek utama—yang terlihat (zahir) dan yang tersembunyi (batin)—yang harus diperhatikan saat mengkritik kesalahan seorang ulama. 3. Apa makna kontekstual dari kata kadaba (telah dusta) yang digunakan oleh Rasulullah ﷺ untuk mengomentari fatwa Abu Sanabil? 4. Menurut sumber, apa niat yang benar dan terpuji di balik tindakan menerangkan kesalahan seorang alim, yang membuat pelakunya mendapatkan pahala? 5. Sebutkan beberapa niat yang terlarang (haram) ketika seseorang membantah atau menunjukkan kesalahan ulama lain. 6. Bagaimana sikap Ahlus Sunnah wal Jamaah terhadap para imam yang telah disepakati keilmuan dan hidayahnya, meskipun mereka memiliki beberapa pendapat ganjil (syadz)? 7. Mengapa pendapat Said bin Al-Musayyib yang membolehkan seorang istri kembali kepada mantan suaminya (yang telah menalak tiga) hanya dengan akad nikah (mujarad al-'aqd) dengan pria lain dianggap batil dan dibantah? 8. Sebutkan dua contoh pendapat ganjil dari sahabat Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma yang dibantah oleh para sahabat lain dan ulama sesudahnya. 9. Bagaimana perbedaan sikap antara Ahlus Sunnah dan Ahlul Bid'ah dalam menyikapi pendapat-pendapat ganjil dari para ulama? 10. Dalam kondisi apa dan untuk tujuan apa diperbolehkan untuk menerangkan kebodohan dan menampakkan aib tokoh-tokoh Ahlul Bid'ah?