У нас вы можете посмотреть бесплатно Rahasia Besar Tarawih! Kenapa Pahalanya Setara Penghapus Dosa Ramadan? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Kajian ini membongkar keutamaan luar biasa salat tarawih sebagai hadiah dan keringanan dari Allah untuk umat Nabi Muhammad ﷺ. Bukan sekadar salat sunah, tarawih memiliki pahala penghapus dosa dan menjadi pengganti amalan berat umat terdahulu. Simak penjelasan lengkap tentang makna, sejarah, hingga tips menjaga kualitas tarawih agar Ramadan kita benar-benar maksimal dan penuh ampunan. Kajian Dzuhur Ramadhan oleh Dr. H. Rahmat Hidayat Lubis, MA Ringkasan Kajian (00:00–02:22) Ustadz membuka kajian dengan menekankan bahwa Ramadan adalah hadiah terbesar dari Allah bagi umat Nabi Muhammad ﷺ — bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi bulan penuh rahmat dan ampunan. (02:22–05:50) Umat Nabi Muhammad memiliki umur lebih pendek (60–70 tahun), namun Allah menggantinya dengan pahala berlipat di bulan Ramadan, termasuk adanya Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan. (07:17–09:19) Ibadah Ramadan harus dilakukan dengan iman dan keikhlasan, bukan sekadar ikut-ikutan atau karena suasana ramai. Tanpa iman yang kuat, seseorang bisa mudah tergoda meskipun setan dilemahkan. (09:44–12:54) Dibanding umat terdahulu yang berpuasa sejak setelah Isya hingga Magrib, umat Islam mendapat keringanan: puasa dimulai dari azan Subuh. Sebagai gantinya, Allah mensyariatkan tarawih dan sahur sebagai bentuk kemudahan. (14:48–18:44) Salat tarawih memiliki dua keutamaan besar: Keutamaan sebagai qiyamul lail (salat malam). Keutamaan sebagai penghapus dosa, sebagaimana disebut dalam hadis: “Barang siapa mendirikan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (21:30–24:13) Tarawih dianjurkan panjang bacaannya, karena termasuk salat sunah. Jika lelah, boleh duduk dalam salat sunah. Jangan mencari masjid yang paling cepat hanya karena ingin ringan. (23:07–23:32) Secara sejarah, Nabi ﷺ pernah salat tarawih berjamaah beberapa malam saja, lalu berhenti karena khawatir diwajibkan. Di masa Khalifah Umar bin Khattab, tarawih kembali dikumpulkan berjamaah dan itu menjadi praktik umat hingga kini. (27:22) Tentang imsak: imsak adalah bentuk kehati-hatian dari ijtihad ulama, bukan tanda resmi mulai puasa. Secara dalil, makan dan minum masih boleh sampai azan Subuh. (29:53–31:26) Kriteria memilih masjid yang lebih utama: 1. Saf yang rapat dan tertib. 2. Imam yang baik bacaan dan fikihnya. 3. Jumlah jamaah yang banyak. (32:08–36:41) Boleh membaca Al-Qur’an dari mushaf saat salat sunah (termasuk tarawih), bahkan melihat HP jika perlu, meski dianjurkan menggunakan mushaf fisik jika memungkinkan.