У нас вы можете посмотреть бесплатно Ps. Ivan Tanudjaja - Tidak Ada Penghukuman Dalam Kristus Yesus (Cerita Tentang Elia) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Ketika Elia menantang empat ratus lima puluh nabi Baal, saat itu mereka dipimpin oleh seorang raja yang jahat bernama Ahab, dan istrinya bernama Izebel. Setelah Ahab mati, Ahazia, anaknya menggantikannya sebagai raja. Suatu hari Ahazia terjatuh dari kisi-kisi kamar atasnya yang ada di Samaria lalu menjadi sakit. Ahazia mengirim utusan-utusannya kepada Baal untuk meminta petunjuk apakah dia akan sembuh dari penyakitnya. Kemudian malaikat Tuhan menyuruh Elia untuk menemui utusan-utusan itu. Elia berkata kepada mereka, “Apakah tidak ada Allah di Israel, sehingga kamu ini pergi untuk meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron? Sebab itu beginilah firman Tuhan: Engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur, di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati.” Raja menyuruh seorang perwira dan lima puluh anak buahnya pergi untuk membawa Elia, orang itu naik menjumpai Elia dan berkata, “Raja bertitah: hai abdi Allah: Turunlah!” Kemudian turunlah api dari langit memakan dia habis dengan kelima puluh anak buahnya. Untuk yang kedua kalinya raja menyuruh seorang perwira yang lain dengan kelima puluh anak buahnya. Kejadian yang sama terulang lagi, api turun dari langit memakan habis perwira dengan kelima puluh anak buahnya. Ahazia mengirimkan perwira lain untuk yang ketiga kalinya. Kemudian Malaikat Tuhan berfirman kepada Elia, “Turunlah bersama-sama dengan dia, jangan takut.” Lalu Elia turun bersama-sama dengan dia pergi menghadap raja. Kemudian Elia menyampaikan firman Tuhan kepada raja, “Oleh karena engkau telah mengirim utusan untuk meminta petunjuk kepada Baal, allah di Ekron, seolah-olah tidak ada Allah di Israel, oleh sebab itu engkau tidak akan bangun lagi, sebab engkau akan mati.” Maka matilah Ahazia. Di Gunung Karmel, Elia menantang dan mengalahkan empat ratus lima puluh nabi-nabi Baal? Elia berdoa kepada Allah, Allah menurunkan api dari langit. Pada saat itu api turun dari langit, api yang turun dari langit memakan habis korban, tidak memakan habis bangsa Israel yang berdosa karena menyembah Baal. Api memakan habis korban persembahan, dan bangsa Israel diluputkan dari penghukuman. Ini menggambarkan peristiwa Yesus yang tergantung di atas kayu salib sebagai korban dosa kita. Api murka Allah tidak turun atas kita, tetapi turun atas Yesus, kita harus percaya akan hal itu, Yesus menanggung semua hukumannya buat kita, kabar baiknya tidak ada penghukuman buat orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus. Tahun demi tahun berlalu, Ahazia menggantikan menjadi raja. Ia beribadah kepada Baal dan sujud menyembah kepadanya. Tidak ada korban persembahan di hadapan Allah. Perwira datang membawa lima puluh anak buah, api Allah turun dari langit menghanguskan manusia, kenapa? Karena tidak lagi ada korban persembahan. Ini peristiwa yang kedua api turun dari langit dalam kehidupan Elia. Betapa kudus-Nya Allah, di mana kekudusan Allah berkata bahwa semua orang berdosa harus mati, tetapi Allah begitu baik, Allah memberikan Anak-Nya, sehingga api penghukuman tidak turun atas manusia, melainkan turun atas Anak-Nya. 2 Raja-raja 2:1: 1Menjelang saatnya Tuhan hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal. Ada dua peristiwa api yang turun dari langit terjadi di Samaria, peristiwa yang pertama di mana api turun dari langit menghanguskan korban, bangsa Israel yang berdosa dibebaskan. Peristiwa yang kedua api turun dari langit menghanguskan perwira dan kelima puluh anak buahnya. Kenapa? Karena tidak ada korban, bangsa Israel tidak lagi mempersembahkan korban, itu sebabnya api penghukuman Allah akan turun atas diri mereka. Di kota yang sama di Samaria, pada waktu tiba saatnya Yesus kembali ke sorga kepada Bapa. Ini yang terjadi, Lukas 9:51-52: 51Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga. Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. 52dan Ia mengirim beberapa utusan untuk mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria. Sama seperti Elia, menjelang saatnya Tuhan hendak menaikkan Elia ke sorga. Tetapi mereka menolak Yesus, dengan kata lain mereka menolak korban persembahan! Yakobus dan Yohanes yang melihat hal itu, berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka? Akan tetapi Ia berpaling dan menegur mereka. Kota yang sama, penolakan yang sama, peristiwa yang sama sebelum naik ke sorga, tetapi apa respon Yesus kepada dua murid-Nya? Yesus berpaling dan menegur mereka, “Roh macam apa yang kamu miliki? Anak manusia datang bukan untuk membinasakan tetapi untuk menyelamatkan.” Kita tidak menerima apa yang seharusnya kita terima. Kita menerima segala sesuatu yang baik, yang seharusnya Yesus terima. Sekarang adalah zamannya kasih karunia, tahun rahmat Tuhan, masa-masa yang sangat indah sepanjang sejarah dunia. Tidak ada penghukuman buat orang-orang yang ada di dalam Yesus Kristus. Diberkatilah kita!