У нас вы можете посмотреть бесплатно 🔴Jerman hingga Australia Tolak Mentah-mentah Bantu Trump Amankan Selat Hormuz, Kini Mohon ke China или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Jerman menolak seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mendukung militer dalam melawan Iran. Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menegaskan konflik tersebut bukan perang NATO, sehingga pihaknya enggan ikut campur. Dalam wawancara di Berlin pada Senin (16/3/2026), Pistorius mempertanyakan kehadiran segelintir kapal perang Eropa di Selat Hormuz. Ia juga menyindir Angkatan Laut AS yang disebutnya tangguh, namun masih perlu bantuan. Terkait ancaman Trump, Pistorius yakin bahwa NATO tidak akan bubar hanya karena perbedaan pandangan soal Iran. "Ini bukan perang kita (NATO), kita tidak memulainya," kata Pistorius, dikutip dari The Times of Israel, Senin (16/3/2026). Sebelumnya, Presiden AS memberikan ancaman terselubung terhadap aliansi NATO. Trump menyebut negara-negara NATO akan menghadapi masa depan yang sulit jika tidak ikut bergabung melawan Iran di Selat Hormuz. Sejauh ini, Australia telah menyatakan tidak akan mengirim kapal ke perairan tersebut. Sementara Jepang belum ada rencana dan masih terus mengamati situasi Timur Tengah. Kemudian Inggris saat ini bekerja sama dengan berbagai negara sekutu untuk mencari langkah yang dapat memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Namun, London menegaskan bahwa rencana itu tidak akan berada di bawah payung NATO. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump meminta bantuan China untuk membuka Selat Hormuz. Pasalnya penutupan Selat Hormuz membuat harga minyak dunia kembali melonjak. Kini China memberikan respons terkait permintaan Trump. China mengklaim sedang berkomunikasi dengan semua pihak terkait situasi di Selat Hormuz. Hal itu disampaikan Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian dalam konferensi pers rutinnya. Ia mengatakan China berkomitmen untuk mendorong pelonggaran dan pendinginan situasi di Selat Hormuz. Lin mengatakan China kembali mendesak semua pihak untuk segera menghentikan pertempuran. Pasalnya pertempuran tersebut mengakibatkan eskalasi dan dampak ekonomi yang lebih luas. Diketahui sebelumnya, Trump meminta bantuan China dan Eropa untuk membuka Selat Hormuz. Permintaan itu disampaikan Trump saat diwawancarai dengan Financial Times pada Minggu (15/3). Trump pun mengancam jika China tidak mau membantu, maka rencana pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping tidak akan terlaksana. (Tribun-Video.com) Artikel ini telah tayang di The Times of Israel dengan judul China mengatakan pihaknya sedang berkomunikasi dengan semua pihak mengenai Selat Hormuz, https://www.timesofisrael.com/liveblo... Artikel ini telah tayang di The Times of Israel dengan judul, 'Bukan perang kami': Menteri Pertahanan Jerman menolak seruan Trump untuk dukungan militer melawan Iran, https://www.timesofisrael.com/liveblo... Artikel ini telah tayang di Financial Times dengan judul, Donald Trump memperingatkan NATO menghadapi 'masa depan yang sangat buruk' jika sekutu gagal membantu AS di Iran., https://www.ft.com/content/1ca6d121-7... Program: Hot Topic Editor Video: Diah Putri Pamungkas #viory