У нас вы можете посмотреть бесплатно Surat Shaad: 34-35 | Kisah Nabi Sulaiman As (3) | KH.Anwar Jufri, Lc. ke-251 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Kajian pagi di Masjid Baitul Muttaqien Bawen "KAIDAH PAGI" (Kajian Bedah Ayat Hadits Pagi) Bersama KH. Anwar Jufri, Lc. pertemuan ke-251 Tadabbur Surat Shaad: 34-35 Tema: Kisah Nabi Sulaiman As bag 3 Setiap nabi pernah khilaf karena mereka juga manusia dan sebagai ujian dari Allah agar bisa naik kelas (derajat keimanannya). Sebagaimana yang terjadi pada Nabi Sulaiman, beliau diuji dengan kekaguman terhadap kudanya hingga lupa dzikir kepada Allah. Ayat 34: "Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat." Kemudian, beliau juga diuji dengan kondisi lemah karena sakit di atas kursi. Beliau menyadari ttg kesalahannya kemudian bertaubat. Hikmahnya adalah bahwa orang sholeh itu bukan tidak pernah berdosa, melainkan mereka yang segera bertaubat setelah sadar melakukan kemaksiatan. Ayat 35: "Dia berkata, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.”" Kemudian beliau berdoa untuk diampuni, bahkan minta dianugerahi kerajaan yang besar tidak akan dimiliki oleh siapapun setelah beliau. Kita juga meminta hal yang sama, bahwa untuk misi dakwah diperbolehkan kita meminta sumber/pusat dakwah yang istimewa yang tidak dimiliki oleh orang lain. Beginilah jika kekuasaan/kerajaan difungsikan sebagaimana mestinya. Setelah kuda-kuda yang membuatnya lalai dan disembelih, kemudian beliau diberikan kendaraan yang lebih canggih, yaitu berupa angin yang mampu menjangkau berbagai daerah dengan sangat dan jauh lebih cepat. #ngaji #alquran #masjid #pagi _____________________________________________ Keutamaan KAIDAH PAGI Menghidupkan salah satu sunnah Nabi yaitu mengkaji ayat dan hadits di waktu pagi (shubuh) di masjid dalam rangka menaikkan bobot keilmuan sehingga memiliki nilai jual berupa produktifitas dan kapasitas untuk menyelesaikan problem di masyarakat dan bermanfaat yang seluas-luasnya. Insya Allah. Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar, sedang kami berada di serambi masjid (Madinah). Lalu beliau bersabda, « أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيقِ فَيَأْتِىَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِى غَيْرِ إِثْمٍ وَلاَ قَطْعِ رَحِمٍ». فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ نُحِبُّ ذَلِكَ. قَالَ « أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الإِبِلِ».. “Siapakah di antara kalian yang senang berangkat pagi pada tiap hari ke Buthhan atau Al-‘Aqiq, lalu kembali dengan membawa dua unta yang besar punuknya, tanpa mengerjakan dosa atau memutus hubungan silaturahim (hubungan dengan sanak keluarga)?” Kami (yang hadir) berkata, “Ya kami senang, wahai Rasulullah.” Lalu beliau bersabda, “Apakah seseorang di antara kalian tidak berangkat pagi ke masjid, lalu mempelajari atau membaca dua ayat Al-Qur’an, hal itu lebih baik baginya daripada dua unta. Dan (bila mempelajari atau membaca) tiga (ayat) akan lebih baik daripada memperoleh tiga (unta). Dan (bila mempelajari atau mengajar) empat ayat akan lebih baik baginya daripada memperoleh empat (unta), dan demikian dari seluruh bilangan unta.” (HR. Muslim, no. 803) Semoga Allah selalu memberikan pertolongan kepada kita, dimudahkan dalam kebaikan, dijauhkan dari maksiat, sebagai bentuk rukuk dan sujud (patuh) kita di dunia. Aamiin.