У нас вы можете посмотреть бесплатно Ditargetkan Selesai 2026, Area Bendungan Bagong di Trenggalek Justru Longsor Besar - bioztv.id или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
www.bioztv.id - Molor dari rencana awal dan ditargetkan ulang selesai pada Tahun 2026 mendatang, Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong di Trenggalek mengalami longsor dengan luas hingga ribuan meter persegi. Video insiden ini sempat beredar luas di media sosial. Kondisi ini juga mendapat reaksi beragam dari warganet, terlebih daerah yang longsor cukup luas. Pengawas Utama Paket II Bendungan Bagong, Sriwahyudi, mengonfirmasi bahwa longsor yang terjadi pada Jumat (21/2) tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan proyek. “Kejadian tersebut terjadi sekitar hari Jumat. Curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama penyebabnya,” ungkapnya saat dikonfirmasi. Longsor ini berdampak pada bagian acsesoris Bendungan ambrol. Sehingga kondisi Beton Shotcrete yang digunakan untuk menahan tanah rusak akibat longsor ini. “Lokasi longsor terjadi di antara bangunan Main Dam dan Spillway, tepatnya di atas bangunan pengelak terowongan,” jelasnya lebih lanjut. Berdasarkan hasil pengukuran sementara, luas area terdampak longsor diperkirakan sekitar 1.500 hingga 2.000 meter persegi. Meski demikian, Sriwahyudi menegaskan bahwa kejadian ini tidak mengganggu progress pembangunan bendungan. Karena area yang longsor buka termasuk bangunan inti dari Bendungan bagong. "Longsor ini tidak memengaruhi bangunan inti bendungan. Proyek tetap berjalan sesuai rencana," tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa, untuk antisipasi kerusakan bangunan akibat longsor, sebelumnya dilokasi tersebut telah dilakukan pemasangan Shotcrete, atau pelapisan beton cor pada dinding tebing. Namun, bangunan tersebut tetap rusak akibat bencana longsor pada Jumat lalu. "Shotcrete ini sebenarnya sudah diperhitungkan. Namun, intensitas hujan yang tinggi membuatnya tidak mampu menahan tekanan," paparnya. Sebagai langkah tindak lanjut, pihak terkait masih akan melakukan kajian lebih lanjut terhadap kondisi tanah di area terdampak. Dengan target penyelesaian pada 2026, semua pihak berharap tidak ada lagi kendala berarti yang menghambat progres pembangunan Bendungan Bagong ini. “Tim masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan, termasuk seberapa dalam stabilisasi tanah harus dilakukan,” pungkasnya.(CIA) #BendunganBagong #Longsor #BendunganTrenggalek