У нас вы можете посмотреть бесплатно Aktivis HAM Papua Kritik Kunjungan Wapres Gibran: Jangan hanya Main Bola dan Acara Seremonial или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Kunjungan kerja Wapres Gibran ke Papua dan Papua Pegunungan dua hari terakhir ini menuai kritik pedas dari aktivis dan tokoh masyarakat setempat. Agenda Wapres yang diisi dengan bermain bola, meninjau pasar, dan memantau program MBG dianggap sebagai seremoni belaka. Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem, menegaskan pendekatan simbolis tersebut tidak akan pernah menyelesaikan persoalan mendasar di Bumi Cenderawasih. “Kalau Wakil Presiden datang hanya tinjau pasar, sekolah, dan main bola sebaiknya jangan ke sini. Karena masalah Papua ini banyak dan harus diselesaikan oleh negara, bukan sebaliknya hanya acara seremonial,” kata Theo Hesegem kepada Kompas.com, Kamis (15/1/2026). Menurut dia, kunjungan yang bersifat seremonial menandakan bahwa pemerintah pusat tidak punya hati untuk menyelesaikan persoalan di Papua. Theo menilai pemerintah pusat seolah menutup mata terhadap akar konflik yang sebenarnya. Menurutnya, masalah Papua bukan sekadar urusan infrastruktur atau ekonomi, melainkan persoalan politik yang memicu krisis kemanusiaan dan pelanggaran HAM. Ia mengingatkan bahwa slogan-slogan usang seperti "Bapak Datang Anak Senang" sudah tidak relevan dan tidak menyentuh luka hati masyarakat Papua yang menginginkan keadilan hukum dan politik. “Persoalan di Papua bukan soal pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan kesejahteraan tapi soal politik yang kemudian berdampak pada krisis kemanusiaan hingga pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia). Ini yang harusnya diselesaikan oleh pemerintah dalam setiap kunjungan Presiden dan Wakil Presiden ke Papua,” ujar Theo. Theo yang juga seorang aktivis HAM berpandangan, akan lebih bermanfaat jika dalam setiap kunjungannya, Presiden dan Wakil Presiden duduk mendengarkan usul dan saran dari Dewan Adat Papua maupun fraksi politik yang ada di Papua. “Dari situ pemerintah akan mendengar usul dan saran yang nantinya akan dirumuskan dalam kebijakan sehingga bisa menyelesaikan persoalan Papua,” ujarnya. Theo menambahkan, batalnya kunjungan Gibran ke Kabupaten Yahukimo dengan alasan keamanan menunjukan bahwa persoalan Papua tidak bisa dianggap sepele. Bahkan, tak bisa diselesaikan dengan acara seremonial. “Batalnya kunjungan Wakil Presiden ke Yahukimo menunjukan bahwa ada masalah serius yang harus diselesaikan oleh negara dan tidak itu tidak bisa melalui kunjungan seremonial bermain bola, kunjungi pasar dan sekolah saja, tapi harus ada dialog dengan mereka yang berbeda pandangan politik seperti Dewan Adat Papua (DAP), fraksi politik, aktivis HAM atau tokoh OPM sekalipun,” katanya. https://papua.tribunnews.com/news/122... Editor Video : Titis Tiara Uploader: Erwin Joko Prasetyo #Tribunnews #tribunLombok #viral #video #trending #beritahariini #Lombokupdate #beritaLombokhariini #beritaterkini #beritanasional #warganet #hottopic #beritakriminalhariini #beritaviral #Shorts