У нас вы можете посмотреть бесплатно Hancur di Gunung Bulusaraung, Badan hingga Ekor Pesawat ATR 42-500 Ditemukan Tim SAR или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026) akhirnya menemui titik terang. Tim SAR gabungan berhasil menemukan serpihan diduga puing milik ATR 42-500 di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Minggu (18/1). Temuan tersebut mulai dari jendela, badan hingga ekor pesawat yang menjadi petunjuk penting dalam mempersempit area pencarian. Serpihan pertama ditemukan pukul 07.46 WITA berupa bagian jendela pesawat. Tiga menit kemudian, pukul 07.49 WITA, tim kembali menemukan bagian badan pesawat berukuran besar. Selanjutnya pada pukul 07.52 WITA, informasi terbaru menyebutkan bagian puntak pesawat telah terbuka dan ekor pesawat ditemukan di sebelah selatan lereng bawah lokasi kejadian. Seiring perkembangan tersebut, pergerakan unsur SAR terus disesuaikan, termasuk pergeseran SRU menuju titik prioritas. Kemudian pukul 08.02 WITA, serpihan besar kembali terpantau oleh SRU melalui pemantauan udara menggunakan Helikopter Caracal. Pukul 08.11 WITA, tim menyampaikan kebutuhan peralatan tambahan berupa perlengkapan mountaineering untuk menjangkau lokasi dengan medan terjal. Berdasarkan keterangan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, temuan serpihan ini menjadi petunjuk penting dalam operasi SAR. Terkini, operasi masih berlangsung dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan sesuai hasil di lapangan. Arif menambahkan, selama proses pencarian tim cukup terkendala akibat medan lokasi yang cukup menantang dan memerlukan peralatan khusus.