У нас вы можете посмотреть бесплатно Restu Yang Tak Sampai - WiLy Music Studio (Official Lyric Video) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pernahkah kamu dipaksa menyerah pada cinta yang begitu besar hanya karena terhalang restu? 🥀 Lagu "Restu Yang Tak Sampai" ini mewakili perasaan hancur, sesak, dan putus asa ketika kita harus melepaskan tangan seseorang, bukan karena cinta yang habis, melainkan karena keadaan dan restu keluarga yang tak kunjung datang. Jika lagu ini mewakili kisahmu, ceritakan pengalamanmu di kolom komentar ya, Jangan lupa untuk klik LIKE, SHARE ke dia yang pernah singgah, dan SUBSCRIBE WiLy Music Studio untuk mendengarkan lagu galau lainnya. 🎧 Dengarkan dengan earphone/headset saat sedang sendiri untuk pengalaman yang lebih menyayat hati : Lirik Lagu - Restu Yang Tak Sampai : Genggaman tanganmu terlepas di ujung jalan ini Meninggalkan dingin yang menusuk hingga ke tulang Tatapan tajam mereka masih membekas di ingatanku Menghakimi cinta kita yang dianggap salah Kau menunduk, tak berani menatap mataku Air mata jatuh, menghancurkan sisa harapanku Dinding penolakan itu terlalu tinggi Menutup rapat semua pintu masa depan kita Tuhan, Cabut saja perasaanku malam ini Jika nyatanya restu takkan pernah memihak pada kami Kau memelukku erat seakan tak ingin melepaskan Lalu berucap pilu, "Maaf, kita harus menyerah" Bagaimana aku bisa melanjutkan hidup Jika separuh napasku kau bawa pergi hari ini Cincin yang kau simpan untukku, kini hanya ilusi Janji sehidup semati, gugur bagai daun mati Bukan karena cinta kita yang rapuh Tapi dunia mereka yang tak sudi menerima kehadiranku Langkah kakimu menjauh, membawa semua mimpiku Kehidupan yang kita rancang, hancur berkeping-keping Aku berteriak dalam bisu, memanggil namamu Namun sadar, aku tak lagi berhak memilikimu Tuhan... Cabut saja perasaanku malam ini Jika nyatanya restu takkan pernah memihak pada kami Kau memelukku erat seakan tak ingin melepaskan Lalu berbisik pilu, "Maaf, kita harus menyerah..." Bagaimana aku bisa melanjutkan hidup... Jika separuh napasku kau bawa pergi hari ini? Kelak... jika kau bersanding dengan pilihan mereka... Jangan pernah menoleh ke belakang Biarkan aku hancur di sini... Menyimpan puing-puing cinta yang tak direstui Selamat tinggal, duniaku... Bahagialah... walau rasanya aku ingin mati