У нас вы можете посмотреть бесплатно Ramadan 2026: Stok Pertalite dan Pertamax di SPBU Makassar Dipastikan Aman, Ini Imbauan Dinas ESDM или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral #ramadan2026 #pertalite #pertamax #pertamina #bbm Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jelang ramadan, ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat krusial. Selama ramadan, pergerakan mudik menuju sejumlah daerah meningkat. Baik itu di awal ramadan, maupun mudik lebaran. Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Sulsel bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengawasi ketersediaan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar I Fuel di PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Muh Yoga Prabowo memprediksi peningkatan permintaan akan menyasar Pertalite dan Pertamax "Biasanya akan terjadi peningkatan demand khususnya produk gasoline itu untuk pertalite, pertamax dan pertamax turbo. Estimasi kami meningkat 7,5 sampai 8 persen," ujar Muh Yoga Prabowo bersama Plt Kepala Dinas ESDM Sulsel Andi Eka Prasetia didepan kendaraan mobil yang sedang mengisi BBM di SPBU Jl Urip Sumoharjo, Depan Kantor Gubernur Sulsel, Makassar pada Selasa (17/2/2026). Yoga Prabowo, Andi Eka Prasetia turun bersama SBM Sulselbar VI Gas Wahyu Purwatmo memantau pengisian BBM di SPBU Jl Urip Sumoharjo. Ketiganya keliling mengecek pengisian sesuai aturan terkait spesifikasi mobil dan jenis BBM yang berhak digunakan. Sampel BBM juga ikut diperiksa khususnya Pertamax dan Pertalite. Yoga Prabowo menyebut perkiraan peningkatan permintaan BBM akan memuncak pada H-7 Lebaran Idul Fitri. "Perkiraannya puncak arus mudik H-7 sampai Hari H tanggal 19 atau 20 Maret, arus balik kami prediksi H+3 sampai H+7. (Puncaknya) tanggal 26 sampai 30 maret," ujar Yoga Prabowo. Sementara itu, BBM jenis gasoil diprediksi akan menurun selama ramadan. Hal ini sejalan dengan menurunnya angka mobilitas truk logistik antara daerah. "Biosolar, dexlite dan pertamina dex biasanya turun, biasanya angkutan barang, logistik dan industri biasa tidak beroperasi. Kami proyeksika Turun 10 sampai 11 persen," lanjutnya. Sementara untuk BBM untuk pesawat jenis avtur juga diprediksi meningkat. Mengingat Makassar termasuk wilayah tujuan mudik via jalur Udara. "Arus mudik banyak gunakan pesawat akan ada kenaikan hingga 4 persen," katanya. Yoga memastikan ada tiga terminal utama pemasuk BBM yang siap beroperasi selama ramadan. Lokasinya di Kota Makassar, Kota Parepare dan Kota Palopo. "Kesiapan stok dan suplai diseluruh terminal BBM ada di 3 terminal, Makassar, Parepare, Palopo dalam kondisi aman dan siap. Di lembaga penyalur SPBE, SPBU, Pangkalan sampai pertashop kami minta build up stok ya selama masa mudik dan arus balik," ujar Yoga yang mengenakan rompi Pertamina berwarna merah. Terkait stok sendiri, Yoga mengaku fluktuatif dipengaruhi pasokan dan permintaan. "Stok sangat fluktuatif tergantung suplai dan demand dalam kondisi aman,(rata-rata ketahanan stok Pertalite di 9 Hari. Pertamax di 9,4 hari," jelasnya. Sementara itu, Plt Kepala Dinas ESDM Andi Eka Prasetia menjelaskan secara stok BBM di Sulsel cukup memenuhi permintaan. "Data kuota untuk Biosolar 741.391 Kiloliter, pertalite itu 1.136.082 Kiloliter," kata Andi Eka. Secara jumlah ini dipastikan masih mencukupi permintaan BBM masyarakat. Terlebih menjelang lebaran yang umumnya semakin meningkat. "Stok yang tersedia masih aman untuk proyeksi di Bulan Suci Ramadan hingga idul fitri," ujarnya yang mengenakan rompi berwarna coklat. Stok akan terus dipantua pada daerah-daerah tujuan mudik dan wisata. Perhatian khusus juga diberikan terhadap daerah yang secara historis pernah terdapat kendala distribusi akibat faktor eksternal seperti cuaca. Reporter: Faqih Imtiyaaz Narator: Rasni Gani Supporting: A. Ariesta Widya Sari Arsyad (Mhs Magang UNM) Editor: Rasmi Padanun (Mhs Magang UNM)/Sanovra J.R