У нас вы можете посмотреть бесплатно AHMAD SAHRONI KLARIFIKASI UCAPAN KONTROVERSIAL 'ORANG TOLOL SEDUNIA' TERKAIT DEMO BUBARKAN DPR или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
TRIBUN-VIDEO.COM - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni membuat klarifikasi terkait pernyataannya yang menyebut 'orang tolol sedunia' kepada massa yang menuntut pembubaran DPR. Ia beralasan pernyataan tolol itu bukan untuk publik melainkan kepada orang yang memiliki pikiran pembubaran DPR. Seusai pernyataannya tersebut, Ahmad Sahroni menuai hujatan dari warganet. "Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada,” ujar Sahroni saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/8/2025). "Tapi untuk spesifik yang gue sampaikan bahwa bahasa tolol itu bukan pada obyek, yang misalnya ‘itu masyarakat yang mengatakan bubar DPR adalah tolol’. Enggak ada itu bahasa gue,” imbuh dia. Menurut Sahroni, ucapannya dipahami keliru sehingga kemudian digoreng seolah-olah ditujukan kepada masyarakat. Ia menyoroti logika berpikir yang menilai DPR bisa dibubarkan hanya karena isu gaji dan tunjangan anggota. "Iya, masalah ngomong bubarin pada pokok yang memang sebelumnya adalah ada problem tentang masalah gaji dan tunjangan. Nah, kan itu perlu dijelasin bagaimana itu tunjangan, bagaimana itu tunjangan rumah. Kan perlu penjelasan yang detail dan teknis,” tutur Sahroni. Sahroni mengingatkan, pembubaran DPR justru berpotensi melemahkan sistem demokrasi. Menurutnya, DPR tetap dibutuhkan sebagai pengawas pemerintah agar kekuasaan presiden tidak berjalan tanpa kendali. Ia juga meyakini seruan pembubaran DPR ini dimunculkan oleh pihak-pihak yang belum memahami detail dinamika kerja lembaga perwakilan rakyat. “Emang setelah bubar DPR, terus siapa yang mau menjalankan pengawasan pemerintahan? Kalau pemerintah langsung, misalnya presiden punya kekuasaan penuh, itu bahkan tidak bisa terkontrol dan membahayakan malah. Maka itu ada DPR untuk membuat balancing, agar republik ini semua tertata,” ujar Sahroni. Seperti diketahui, seruan untuk membubarkan DPR ramai di media sosial menjelang aksi unjuk rasa pada Senin (25/8/2025). Sahroni sempat menanggapi dan menyebut bahwa masyarakat boleh mengkritik, mencaci, bahkan mengecam DPR, tetapi jangan berlebihan. Ia menegaskan, DPR akan tetap ada sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pengawasan dan penyeimbang pemerintah. Produser : Ribut Raharjo Penulis : Bramastyo Adhi Program : Tribun Jogja News Editor : Ridwan (Mg) Uploader : Turibius Roswanda Sumber : Tribunnews #tribunjogjanews #ahmadsahroni #Pendemo #Pendemoanarkis Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru