У нас вы можете посмотреть бесплатно Newsline Trending Topic - Teladan Eyang Meri Hoegeng: Tak Hidup Mewah, Namun Bermarwah или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
MetroTV, Kabar duka datang dari dunia kepolisian Indonesia. Meriyati Roeslani Hoegeng, istri tokoh polisi legendaris Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, meninggal dunia pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 13.24 WIB. Istri Jenderal Hoegeng yang disapa Eyang Meri itu berpulang pada usia 100 tahun enam bulan. Kepergian Eyang Meriyati Hoegeng menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang pendamping setia yang selama hidupnya dikenal menjaga kesederhanaan, keteguhan prinsip, dan integritas, sejalan dengan nilai-nilai yang dipegang teguh sang suami. Meriyati Hoegeng lahir di Yogyakarta pada 23 Juni 1925. Ia merupakan anak dari pasangan Dokter Mas Soemakno Martokoesoemoe dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Kisah pertemuannya dengan Hoegeng Iman Santoso bermula dari dunia seni. Keduanya dipertemukan dalam pementasan sandiwara radio “Saijah dan Adinda”, adaptasi dari novel “Max Havelaar” karya Multatuli. Dalam pementasan tersebut, Hoegeng memerankan tokoh Saijah, sementara Meriyati berperan sebagai Adinda. Keduanya menikah pada 31 Oktober 1946 dan dikaruniai tiga orang anak, yakni Renny Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, dan Sri Pamujining Rahayu. Meriyati kemudian mendampingi Hoegeng dalam perjalanan panjang kariernya di kepolisian. Hoegeng tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Kapolri pada periode 1968–1971. Jenderal Hoegeng dikenal sebagai sosok polisi yang jujur, berintegritas tinggi, dan antikorupsi dalam sejarah Kepolisian Indonesia. Meski berstatus sebagai istri pejabat tinggi negara, Meriyati dikenal menjalani kehidupan yang jauh dari kemewahan. Ia kerap digambarkan sebagai sosok yang rendah hati, bersahaja, dan teguh memegang nilai kejujuran, nilai yang juga menjadi prinsip hidup keluarga Hoegeng. Salah satu cerita paling dikenal dari kehidupan Meriyati Hoegeng adalah kisah toko bunga yang menjadi simbol integritas keluarga Hoegeng. Pada 1960, ketika Hoegeng menjabat sebagai Kepala Jawatan Imigrasi, Meriyati memiliki usaha toko bunga di Pasar Cikini, Jakarta. Demi menjaga marwah jabatan dan menghindari konflik kepentingan, Hoegeng meminta istrinya menutup usaha tersebut. Ia tidak ingin ada pihak yang membeli bunga dengan harapan mendapatkan kemudahan urusan imigrasi. Tanpa keberatan, Meriyati menutup tokonya. Sebuah keputusan yang hingga kini dikenang sebagai contoh nyata integritas pejabat publik dan keluarganya. #EyangMeriyatiHoegeng, #HoegengImanSantoso, #Polri, #KabarDuka, #TokohTeladan, #Integritas, #AntiKorupsi, #Kesederhanaan, #Kapolri, #ListyoSigitPrabowo ----------------------------------------------------------------------- Follow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi terkini! Website: https://www.metrotvnews.com/ Facebook: / metrotv Instagram: / metrotv Twitter: / metro_tv TikTok: / metro_tv Metro Xtend: https://xtend.metrotvnews.com/