У нас вы можете посмотреть бесплатно SALAT PARA ARIFIN | Dari Gerakan Menuju Rasa, Rahasia Syariat Tarekat Hakikat Makrifat или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
📌 Video ini adalah renungan tasawuf mendalam yang mengajak kita menyelami perjalanan salat dari gerakan menuju rasa, melalui pemahaman Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Makrifat. Dalam ceramah ini dijelaskan bahwa setiap tingkatan dalam Islam memiliki pendekatan ibadah yang berbeda, namun semuanya tidak pernah terpisah dari Islam itu sendiri. Syariat mengajarkan adab zahir, tarekat mendidik hati dengan zikir, hakikat menyadarkan nafas, dan makrifat menenggelamkan seluruh ibadah ke dalam rasa kedekatan dengan Allah Ta‘ala. Renungan ini disampaikan dengan suara digital dan diiringi alunan musik pelan, bukan untuk hiburan, tetapi sebagai pengantar rasa, agar hati lebih mudah tersentuh, tenang, dan merenung. Konsep ini ditujukan bagi penonton yang ingin merenungi diri, menangis di atas sajadah, dan kembali mendekat kepada Allah dengan penuh kesadaran. Ceramah ini bukan untuk membenturkan syariat dengan tarekat, bukan pula untuk mengklaim satu jalan paling benar, tetapi untuk meluruskan pemahaman bahwa: Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Makrifat adalah satu kesatuan dalam Islam. Jika suatu malam engkau duduk sendiri, hatimu bergetar, air mata jatuh tanpa dipaksa, dan rasa rindu kepada Allah memenuhi dada — maka video ini hadir sebagai teman tafakur di saat itu. Semoga renungan ini: melembutkan hati menghidupkan salat menyempurnakan Islam kita dan mendekatkan kita kepada Allah Ta‘ala 🕊️ Konsep Renungan & Naskah: Ratno Salvian 🎧 Format: Spoken Word Tasawuf + Musik Renungan 🕌 Tema: Salat Rasa – Syariat, Tarekat, Hakikat, Makrifat Jika video ini menyentuh hatimu, semoga Allah juga sedang mendekat kepadamu.