У нас вы можете посмотреть бесплатно Suasana Isra Mi’raj di Tarim plus penjelasan Apakah Faqih Muqaddam Mi’raj 70 kali??? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Apakah di acara Isra Mi’raj di Tarim disebutkan bahwa Faqih Muqaddam mi’raj 70 kali? Sahabat Teungku semuanya, kali ini kami ingin menyampaikan satu hal penting kepada kalian. Di Tarim, cerita-cerita karamah—terlebih yang bersifat luar biasa—sangat jarang kita dengar dalam pengajian dan majelis-majelis ilmu. Keadaan ini sangat berbeda dengan apa yang belakangan sering kita jumpai dari beberapa oknum di Konoha. Gara-gara satu dai muda yang menyampaikan kisah karamah Faqih Muqaddam secara berlebihan, dampaknya menjadi sangat luas. Bukan hanya menimbulkan kesalahpahaman, bahkan sampai menyeret seluruh habib, dan lebih parah lagi, ada yang berani mengkafirkan. Perlu diingat, di Tarim sendiri kisah Isra Mi’raj Faqih Muqaddam hampir tidak pernah kita dengar. Hal ini juga ditegaskan oleh Lora Ismael dalam tulisannya di Facebook: “…Kisah Mi’raj Faqih Muqoddam ini jarang sekali disampaikan oleh para ulama dari kalangan Habaib, Di Indonesia sendiri, jejak digital membuktikan bahwa yang pernah menyampaikan kisah ini di depan publik hanyalah seorang Habib Muda berambut pirang yang sama sekali bukan representasi Ba’alawi secara keseluruhan, di Tarim negeri asal Habaib, kisah ini tidak begitu populer karena memang tidak pernah dipopulerkan, di Masjid Ba’alawi Tarim setiap malam 27 Rajab diadakan acara pembacaan kisah Isra’-Mi’raj, apakah disitu diceritakan kisah Faqih Muqoddam Mi’raj 70 x ? tidak, kitab yang dibaca adalah kitab “Qissatul Isra’ wal mi’raj” karya Imam Barzanji” Suasana peringatan Isra Mi’raj di Tarim sendiri sangat sederhana, tenang, dan jauh dari cerita-cerita yang berlebihan. Biasanya, pada sore hari orang-orang Tarim berkumpul di depan Jami’ Tarim, lalu Habib Umar menyampaikan ceramah. Setelah salat Magrib, warga Tarim dan para peziarah memenuhi masjid-masjid. Dan setelah salat Isya, para pelajar serta peziarah berkumpul di Masjid Ba’alawi untuk mengikuti rangkaian ibadah dan pembacaan kisah Isra Mi’raj. Karena itu, mulai sekarang mari kita lebih berhati-hati dalam menyampaikan cerita. Jangan mudah menelan mentah-mentah setiap kisah yang terdengar indah namun tidak jelas sumbernya. Mencari rujukan yang sahih dan memahami konteks para ulama adalah bentuk tanggung jawab ilmiah dan adab kepada para awliya. Teungku Syarif Attari Tarim 27 Rajab