У нас вы можете посмотреть бесплатно Kasus Pagar Laut Mandek, Gagalnya Koordinasi Kejaksaan-Polri, Revisi KUHAP Jadi Solusi? | Bicara или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Guru Besar Hukum Pidana dari Universitas Indonesia Prof. Topo Santoso menjelaskan bahwa kasus pagar laut menggambarkan masalah klasik dalam sistem peradilan pidana Indonesia, yaitu terhentinya proses hukum akibat koordinasi yang buruk antara penyidik dan penuntut umum. Dalam kasus ini, meskipun ada indikasi tindak pidana korupsi, proses hukum terhenti di tengah jalan karena penyidik dan jaksa memiliki perspektif yang berbeda. Jaksa melihat adanya kerugian negara, sedangkan penyidik menilai bahwa kasus tersebut lebih berfokus pada pemalsuan dokumen semata. Prof. Topo menyoroti bahwa keengganan penyidik untuk menindaklanjuti petunjuk jaksa sering kali disebabkan oleh perbedaan dalam konsepsi hukum. Jaksa, yang bertugas untuk menyusun dakwaan dan memperkuat bukti, sering kali merasa keberatan jika berkas yang diserahkan penyidik tidak memenuhi standar yang diperlukan untuk penuntutan di pengadilan. Hal ini menjadi hambatan besar, sehingga berkas bolak-balik dan tidak ada penyelesaian yang memadai. Ini juga menimbulkan kerugian publik, karena masyarakat melihat bahwa kejahatan besar seperti korupsi bisa terhenti begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban. Prof. Topo juga mengingatkan tentang konsep "dark number", yakni kasus-kasus yang tidak terdeteksi atau tidak dilaporkan, dan sering kali berhubungan dengan ketidaktertiban dalam penanganan perkara. Dalam konteks kasus pagar laut, fenomena ini bisa sangat relevan, sehingga masyarakat melihat ketidakjelasan hukum yang menyebabkan hilangnya kepercayaan terhadap sistem peradilan. Pendapat ini membuka wawasan tentang pentingnya perbaikan sistem hukum agar kasus-kasus besar seperti pagar laut tidak berakhir begitu saja tanpa kepastian hukum. Mengacu pada revisi KUHAP, Prof. Topo menekankan perlunya koordinasi yang lebih baik antara penyidik dan jaksa, agar proses hukum berjalan lebih efisien dan keadilan dapat ditegakkan dengan lebih cepat dan transparan. Jangan lewatkan wawancara mendalam ini! Dapatkan wawasan tentang kenapa kasus hukum bisa mandek, tantangan revisi KUHAP, dan pentingnya koordinasi penegak hukum dalam mencapai keadilan. Tonton selengkapnya di Program Bicara Narasi Newsroom. | BICARA #PagarLautTangerang #KasusMandek #RUUHarusTerang #RevisiKUHAP #Kejaksaan #BareskrimPolri #CollabInfo ---- 00:00 Teaser 00:56 Opening 02:15 Indikasi Tindak Pidana Korupsi Kasus Pagar Laut 05:02 Ego Sektoral Antar-Lembaga atau Persoalan Desain Hukum? 06:46 Pentingnya Proses Pra-Penuntutan dalam Sistem Hukum 07:56 Penyidik dan Jaksa Berbeda Pandangan, Siapa Bisa Menengahi? 09:50 Penyidik Abaikan Petunjuk Jaksa, Obstruction of Justice? 10:56 Banyak Kejahatan Dibiarkan, Masyarakat Bisa Apa? 12:14 Bolak-Balik Berkas Perkara, Potensi Ruang Negosiasi Hukum? 13:20 Tren Vonis Ringan Koruptor, Dampak Lemahnya Koordinasi Penyidik dan Penuntut 14:47 Akar Masalah Lemahnya Koordinasi Penyidik dan Penuntut 17:00 Faktor Penyidik Tak Kunjung Penuhi Petunjuk Jaksa 19:30 Penyidikan di Bawah Kendali Penuntut Umum Lebih Efisien dan Akuntabel 20:25 Diferensiasi Fungsional Aparat Penegak Hukum, Berbeda tapi Punya Satu Visi 22:02 KUHAP Masih Timbulkan Masalah Koordinasi Para Penegak Hukum 23:08 Revisi KUHAP di Tengah Lemahnya Koordinasi Antar-Penegak Hukum 24:45 Revisi KUHAP Momentum Perbaikan Sistem Hukum Pidana? 25:48 Soal Sistem Peradilan, Jepang Jadi Contoh Negara yang Berhasil 26:30 Peran Kontrol Publik, DPR dan Presiden dalam Kasus-Kasus Mandek 27:38 Kasus Hukum Mandek, Masyarakat Dirugikan, Ke Mana Bisa Mengadu? 29:39 Closing (Narasi) Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share video ini. Tonton konten video-video lainnya di https://www.narasi.tv Follow: / narasinewsroom / narasinewsroom / narasinewsroom Konten video dan YouTube Channel ini adalah bagian dari Narasi.